Seputar Jabar Tegas Lugas Objektif
Jumat 12 Juni 2026
  • NASIONAL
  • JABAR
    • BANDUNG
    • KAB.BANDUNG
    • BANDUNG BARAT
    • CIMAHI
    • GARUT
    • BOGOR
    • CIANJUR
    • CIREBON
    • GARUT
    • SUMEDANG
    • INDRAMAYU
    • SUKABUMI
    • PANGANDARAN
  • HUKUM
    • HUKUM/KRIMINAL
    • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
    • PERSIB BANDUNG
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
    • PEMILU
  • TEKNOLOGI
Koran Seputar Jabar | Tegas Lugas Objektif
No Result
View All Result
Home SUKABUMI

Momen Bahagia Pesta Pernikahan di Sukabumi Berujung Duka

redaksi Oleh redaksi
Minggu, 16 Juni, 2024 | 13:38
Momen Bahagia Pesta Pernikahan di Sukabumi Berujung Duka

Momen perayaan pernikahan di Kampung Cimangir, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Sagaranten, Kabupten Sukabumi berubah menjadi tragedi ketika ratusan warga dan keluarga pengantin mengalami keracunan makanan. Dari 192 orang yang terdampak, dua korban meninggal dunia, yaitu Nasyifa (9) dan Nandang (55), yang memiliki kondisi kesehatan lemah karena penyakit penyerta.
Kapolsek Sagaranten, AKP Deni Miharja, mengonfirmasi bahwa keluarga pengantin juga turut menjadi korban keracunan, meskipun kondisi mereka lebih kuat dibandingkan korban lainnya.
“Keluarga yang menggelar pernikahan juga juga sama merea mengalami keracunan, termasuk pengantinnya, hanya memang kondisi mereka kuat,” kata Deni

“Untuk korban meninggal itu kan balita dan lansia, karena ada penyakit penyerta sehingga kondisinya lemah. Intinya penyebab masih dalam penyelidikan kami ya,” tambahnya.
Pihak kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk penyelenggara acara tersebut. Sampel makanan dan minuman yang diduga menjadi penyebab keracunan telah dikirimkan ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jawa Barat, namun hasilnya baru akan diketahui dalam waktu 14 hari.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi bergerak cepat dengan membangun Posko Darurat. Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, menetapkan peristiwa ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Kepala Puskesmas Sagaranten, Sudarna, menyatakan bahwa hingga Rabu (12/6), 12 dari 94 pasien yang dirawat masih menjalani perawatan di Puskesmas Sagaranten, sedangkan 82 pasien lainnya telah pulih.
“Jadi kami juga setelah mendapat informasi seperti itu petugas-petugas kami mengambil sampel makanan, tujuannya mudah-mudahan bisa menegakkan penyebab dari keracunan makanan ini,” kata Cucu Sumintardi, Kepala Bidang Upaya dan Pembiayaan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi.
“Hari ini makanan sudah kami kirimkan ke laboratorium di provinsi Jawa Barat tinggal menunggu hasil dan untuk beberapa hari ke depan kita coba koordinasi dengan provinsi Jawa Barat,” tambahnya.
Peristiwa ini terjadi ketika para tamu undangan baru mulai mengalami gejala keracunan 6-7 jam setelah mengonsumsi makanan yang dimasak oleh keluarga pengantin.
“Jadi pernikahannya belum, itu akan melaksanakan pernikahan melakukan syukuran dulu. Acara syukuran dimulai dari pagi sekitar jam 09:00 WIB kemudian ada acara pengajiannya di jam 14:00 WIB ke sana,” terangnya.
“Penyebabnya mereka memakan makanan yang dimasak oleh keluarga itu, rata-rata saya melihat pada saat ditanya ke pasien penderita terduga keracunan begitu setelah makan di antara 6 sampai 7 jam baru mengalami keluhan-keluhan seperti itu dan mereka datang ke puskesmas datang ke rumah sakit untuk ditangani,” pungkasnya.

Berita Terkait

Warga Temukan Mayat Tanpa Kepala di Sungai Curug Darismin Kabupaten Sukabumi
SUKABUMI

Warga Temukan Mayat Tanpa Kepala di Sungai Curug Darismin Kabupaten Sukabumi

Oleh redaksi
Jumat, 9 Januari, 2026 | 22:38
0
1.5k

Sukabumi SJB | Warga Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa kepala di aliran Sungai Curug Darismin,...

SUKABUMI

Kebakaran Hebat 3 Ruko di Sukabumi Warga Kaget Dengar Suara Ledakan lalu Muncul Asap

Oleh redaksi
Senin, 27 Mei, 2024 | 23:57
0
1.5k

SUKABUMI - Kebakaran ruko di Jalan RA Kosasih, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, membuat warga kaget. Warga setempat dan pegawai ruko...

Pelaku penggelapan dan penipuan sertifikat tanah di Sukabumi

Pelaku penggelapan dan penipuan sertifikat tanah di Sukabumi

Rabu, 15 November, 2023 | 10:02
1.5k
STNK Hilang

Recommended.

Motif Dugaan Perampasan Nyawa Perempuan di Cimahi Masih Diselidiki Hanya Ponsel yang Hilang

Motif Dugaan Perampasan Nyawa Perempuan di Cimahi Masih Diselidiki Hanya Ponsel yang Hilang

Selasa, 7 Maret, 2023 | 20:14
1.5k
Persib Bandung vs Persebaya Paul Munster Risau Kepala Malik Risaldi Diperban Saat Perkuat Timnas

Persib Bandung vs Persebaya Paul Munster Risau Kepala Malik Risaldi Diperban Saat Perkuat Timnas

Senin, 10 Maret, 2025 | 22:12
1.5k

Trending.

Warga Antusias Ikuti Pelayanan Kesehatan Gratis Rumah Sehat BAZNAS Jawa Barat di Desa Langonsari

Warga Antusias Ikuti Pelayanan Kesehatan Gratis Rumah Sehat BAZNAS Jawa Barat di Desa Langonsari

Selasa, 2 Juni, 2026 | 08:56
1.5k
Sambut HJB ke-544, Tirta Kahuripan Hadirkan Promo Spesial Sambungan Baru

Sambut HJB ke-544, Tirta Kahuripan Hadirkan Promo Spesial Sambungan Baru

Kamis, 14 Mei, 2026 | 12:00
1.5k
PSM Vs Persib: Menang Dramatis, Maung Bandung di Ambang Juara

PSM Vs Persib: Menang Dramatis, Maung Bandung di Ambang Juara

Sabtu, 23 Mei, 2026 | 22:29
1.5k
Diduga Abaikan Keselamatan Kerja, Penggunaan APD di Proyek Sekolah Rakyat Soreang Menjadi Sorotan

Diduga Abaikan Keselamatan Kerja, Penggunaan APD di Proyek Sekolah Rakyat Soreang Menjadi Sorotan

Jumat, 1 Mei, 2026 | 12:47
1.5k
Ratusan sekolah rusak diperbaiki gunakan APBD Cianjur 2024

Ratusan sekolah rusak diperbaiki gunakan APBD Cianjur 2024

Kamis, 20 Juli, 2023 | 15:10
1.5k
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami

© 2026 Seputar Jabar

No Result
View All Result
  • JABAR
  • BANDUNG
  • KRIMINAL
  • GARUT
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • HUKUM
  • BANDUNG BARAT
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • BOGOR
  • KAB.BANDUNG

© 2026 Seputar Jabar

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.