Senin, 1 Juni 2026
Forum Bisnis Indonesia–Guangdong (Tiongkok) ke-2 digelar di Hotel Savoy Homann, Bandung, sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-71 Konferensi Asia-Afrika serta penguatan hubungan bilateral Indonesia–Tiongkok.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh penting, di antaranya Duta Besar Dr. (H.C.) Al Busyra Basnur selaku Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia–Tiongkok (PPIT), serta Guo Song (Andy), Presiden Guangdong–Indonesia Association for the Promotion of Trade.
Forum ini mempertemukan para pemimpin bisnis, investor, dan pelaku industri dari Indonesia dan Provinsi Guangdong guna mengeksplorasi peluang kerja sama strategis di berbagai sektor. “Guangdong adalah simbol transformasi Tiongkok dari pabrik dunia menjadi pemimpin teknologi global,” ujar Ketua Umum PPIT Ambasador DR ( H.C) Al Busyra Basnur dalam forum tersebut.
Dengan kekuatan industri dan teknologi yang dimiliki, Guangdong dinilai dapat menjadi mitra strategis Indonesia, khususnya dalam pengembangan manufaktur, kendaraan listrik, ekonomi digital, serta infrastruktur.
“Kerja sama dengan Guangdong membuka peluang akselerasi industrialisasi Indonesia, termasuk melalui investasi dan transfer teknologi,” tambahnya.
Forum ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang dialog, tetapi juga menghasilkan kerja sama konkret yang berdampak langsung bagi kedua negara.
“Forum ini harus menghasilkan aksi nyata, bukan sekadar wacana,” tegasnya.
Perhimpunan Persahabatan Indonesia–Tiongkok (PPIT), yang didirikan pada tahun 1955, terus berperan sebagai jembatan diplomasi masyarakat (people-to-people diplomacy) dalam mempererat hubungan kedua negara di berbagai bidang.
“Hubungan Indonesia–Tiongkok diperkuat dari masyarakat ke masyarakat,” ujar AL Busyra Basnur kepada media seputarjabar.com.

Seminar ini diselenggarakan oleh PPIT dan Promosi Perdagangan Indonesia Guangdong (PPIG) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang saat ini dipimpin oleh Sugiono, serta melibatkan kalangan akademisi, termasuk Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, Ph.D.
Momentum ini menegaskan kembali posisi Kota Bandung sebagai pusat sejarah diplomasi dunia sekaligus ruang strategis dalam memperkuat kerja sama global berbasis semangat Konferensi Asia-Afrika serta nilai-nilai Pancasila.
Penulis : 059605















