Garut | Setiap tanggal 14 Agustus, bangsa Indonesia memperingati “Hari Pramuka Nasional”. Peringatan ini menjadi momen penting untuk mengenang sejarah gerakan kepanduan di Indonesia serta menumbuhkan semangat cinta tanah air, disiplin, dan semangat gotong royong di kalangan generasi muda.
Hari Pramuka diperingati setiap 14 Agustus karena pada tanggal tersebut, tepatnya tahun 1961, Presiden Soekarno secara resmi melantik Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan di Indonesia dalam sebuah upacara di Istana Merdeka. Pelantikan ini sekaligus menjadi tonggak sejarah penyatuan berbagai organisasi kepanduan yang sebelumnya tersebar di berbagai daerah.
Dengan semboyan “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan,” Gerakan Pramuka diharapkan menjadi wadah pembinaan karakter dan kepemimpinan anak muda Indonesia. Pramuka bukan hanya soal kegiatan di alam terbuka, tetapi juga merupakan pendidikan nonformal yang menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.
Melalui peringatan Hari Pramuka, diharapkan semangat kepanduan terus hidup dan relevan dalam membentuk generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan bersiap diri dalam menghadapi tantangan zaman.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 Kwarran Mekarmukti gelar kemah Pramuka Penggalang sangat meriah bertempat di halaman SMPN 2 Mekarmukti Kecamatan Mekarmukti Kab. Garut yang dibuka oleh Kakwarran Mekarmukti GELAR S.pd, (12/8/26) sore
Gelar Spd dihadapan Mabigus, Pembina, Dewan Kerja dan ratusan Pramuka Penggalang selaku peserta perkemahan ini merupakan salah satu bentuk perayaan dan penghormatan atas berdirinya Gerakan Pramuka 65 tahun lalu.
“Perkemhan ini bertujuan untuk mempererat persaudaraan antar anggota pramuka serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan kemandirian, juga membentuk karakter generasi muda yang tangguh, berani, dan berjiwa sosial tinggi,” ujar Gelar.
Ia menambahkan dalam perkemahan dilakukan berbagai lomba dan aktivitas yang dirancang untuk mengasah keterampilan dan pengetahuan mereka dalam bidang kepramukaan. Diantaranya keterampilan baris-berbaris, pentas seni, dan berbagai pengetahuan tentang teknik kepramukaan (tekpram) dan di akhir acara di adakan berbagai hiburan dari anak anak didik, penyerahan hadiah dan penghargaan yang berprestasi untuk mabigus, pembina dan anak anak didik dari gudep sekecamatan mekarmukti dan di tutup Doa bersama. pungkasnya
(Goes)









