Garut – Seputar Jabar | Olahraga domino bersiap menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI). Open Tournament Domino 101 Piala Panglima TNI akan digelar serentak pada 27 September 2026 di 101 wilayah di Indonesia, termasuk Kabupaten Garut.
Di Garut, kegiatan tersebut akan berlangsung di GOR Beladiri Dispora, Jalan Merdeka, melalui kolaborasi Kodim 0611/Garut dan Pengurus Cabang Olahraga Domino Indonesia (ORADO) Kabupaten Garut. Ajang ini mengusung tema “Sinergi TNI dan Rakyat untuk Indonesia Maju.”
Bukan sekadar kompetisi, turnamen tersebut membawa misi lebih besar: menempatkan domino sebagai olahraga yang dapat dikembangkan melalui kompetisi, sportivitas, silaturahmi, serta pembinaan prestasi.
Ketua Pengcab ORADO Kabupaten Garut, A. Rahmat Permana, mengatakan kategori pertandingan terbuka untuk masyarakat umum. Peserta juga tidak dipungut biaya.
«“Yang menarik, kategori pertandingan yang disiapkan bersifat umum dan terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat. Peserta juga tidak dikenakan biaya alias gratis.”»
Menurut Permana, penyelenggaraan serentak di 101 wilayah juga diharapkan menjadi momentum pemecahan rekor MURI sekaligus memperkuat pesan kebersamaan antara TNI dan masyarakat.
«“Kami di Pengcab Garut cukup kedodoran untuk mampu mengakselerasi capaian target, berhubung waktu persiapan hanya dua minggu.”»
Hadiah Rp50 Juta
Daya tarik lainnya adalah total hadiah yang disiapkan panitia mencapai Rp50 juta.
Hadiah tersebut antara lain berupa satu unit sepeda listrik, dua sepeda gunung, lemari es, televisi, jam dinding, mesin cuci, tumbler, serta sejumlah hadiah lainnya.
Besarnya nilai hadiah sekaligus menunjukkan bahwa turnamen ini dikemas sebagai kompetisi terbuka dengan daya tarik yang cukup besar bagi komunitas domino dan masyarakat umum.
Namun, nilai hadiah bukan satu-satunya pesan yang hendak dibangun. Penyelenggara menempatkan aspek sportivitas dan silaturahmi sebagai bagian penting dari pelaksanaan pertandingan.
Dari Permainan Tradisional Menuju Olahraga Prestasi
Perkembangan olahraga domino dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya upaya untuk membawa permainan yang selama ini lekat dengan tradisi masyarakat ke dalam sistem kompetisi yang lebih terorganisasi.
Dalam konteks tersebut, ORADO mendorong domino tidak berhenti sebagai aktivitas permainan, tetapi berkembang menjadi olahraga yang memiliki aturan pertandingan, perangkat organisasi dan orientasi prestasi.
Sejumlah daerah lain juga tengah mempersiapkan agenda serupa menjelang pelaksanaan serentak 27 September 2026. Di sejumlah wilayah, kolaborasi antara Kodim dan ORADO menjadi bagian penting dalam persiapan turnamen tersebut.
Bagi Garut, momentum ini sekaligus menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan daerah dalam menyelenggarakan kompetisi olahraga secara tertib dan profesional.
A. Rahmat Permana menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kodim 0611/Garut atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
«“Khususnya kepada Bapak Dandim 0611 Garut Letkol Infantri Fahrisal Efendi Sinaga, S.I.P., kami seluruh jajaran Pengcab ORADO Kab. Garut mengucapkan terimakasih atas segala bentuk respon dan dukungan yang sangat luar biasa.”»
Ia menilai kolaborasi tersebut menjadi gambaran hubungan antara TNI dan masyarakat dalam kegiatan yang dikemas melalui olahraga.
Bukan Sekadar Mengejar Gelar Juara
Dengan peserta yang terbuka bagi masyarakat umum dan tanpa biaya pendaftaran, turnamen ini berpotensi menjadi salah satu agenda olahraga masyarakat yang menarik perhatian di Garut.
Lebih jauh, Open Tournament Domino 101 Piala Panglima TNI dapat menjadi ujian bagi konsistensi pembinaan olahraga domino di daerah: apakah domino mampu benar-benar bergerak dari sekadar permainan masyarakat menjadi cabang olahraga yang memiliki sistem kompetisi, pembinaan atlet dan orientasi prestasi.
Pada akhirnya, kemenangan bukan hanya ditentukan oleh siapa yang paling unggul di meja pertandingan. Lebih penting dari itu adalah bagaimana turnamen mampu meninggalkan warisan berupa sportivitas, persaudaraan, disiplin dan pembinaan prestasi.
Dari Garut, meja domino pada 27 September mendatang bukan sekadar tempat menentukan pemenang. Ia akan menjadi salah satu panggung untuk memperlihatkan bagaimana olahraga dapat menjadi ruang perjumpaan antara masyarakat, komunitas dan TNI dalam semangat kebersamaan. *









