• Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
No Result
View All Result
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
No Result
View All Result
Koran Seputar Jabar | Tegas Lugas Objektif
No Result
View All Result
Home PERISTIWA

Masih Bertambah Korban Keracunan Nasi Boks dari Acara Anggota DPRD Cimahi Sudah Mencapai 336 Orang

redaksi Oleh redaksi
Selasa, 25 Juli, 2023 | 19:09
Masih Bertambah Korban Keracunan Nasi Boks dari Acara Anggota DPRD Cimahi Sudah Mencapai 336 Orang
Share on FacebookShare on Twitter

CIMAHI – Jumlah korban keracunan akibat mengonsumsi nasi boks dari acara reses anggota DPRD di wilayah RW 08, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi terus bertambah.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Cimahi, pada awalnya korban keracunan itu hanya tercatat 268 orang. Namun pada Selasa (25/7/2023) jumlahnya bertambah menjadi 336 orang dan mayoritas korban masih dirawat di rumah sakit.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Dwihadi Isnalini, mengatakan, dari total 336 korban keracunan itu, 198 di antaranya masih menjalani rawat inap di rumah sakit dan sisanya menjalani rawat jalan dan sudah diizinkan pulang.

“Untuk pasien yang paling banyak dirawat di Rumah Sakit Dustira, sejak hari pertama itu ada 108 pasien dan di Mitra Kasih total yang menjalani rawat inap itu ada 42 orang,” ujarnya saat ditemui di Perkantoran Pemkot Cimahi, Selasa (25/7/2023).

Kemudian untuk pasien yang dirawat di RSUD Cibabat, kata dia, tercatat ada 44 orang, dan di Rumah Sakit Kasih Bunda 4 orang, sedangkan untuk pasien di Rumah Sakit MAL hanya menjalani rawat jalan saja.

Dwihadi mengatakan, total jumlah korban keracunan tersebut sudah melebihi undangan yang hadir dalam kegiatan reses anggota DPRD karena ada pasien yang rawat jalan harus kembali dirawat akibat merasakan gejala lagi.

“Jadi misalnya pasien itu bergejala lagi saat sudah di rumah, harus ditangani lagi. Kondisi itu terjadi karena pada hari pertama mungkin gejala awalnya tidak berat dan sudah ditangani,” ucap Dwihadi.

Kendati demikian, pihaknya memastikan hingga saat ini belum menerima laporan adanya korban keracunan yang mengalami gejala dehidrasi berat hingga harus masuk ke ruang perawatan ICU di rumah sakit.

“Sampai sekarang, kalau pasien yang dehidrasi berat kami belum ada laporan. Jadi sejauh ini untuk proses penanganan rata-rata hanya diinfus saja,” katanya.

Menurutnya, untuk pasien yang harus diinfus tersebut sebetulnya masuk kategori dehidrasi sedang, sehingga sampai saat ini belum ada pasien yang kondisinya sudah mengkhawatirkan.

 

redaksi

redaksi

Recommended.

Pakar Geologi ITB Sebut Bendungan Alami Picu Longsor di Bandung Barat

Pakar Geologi ITB Sebut Bendungan Alami Picu Longsor di Bandung Barat

Senin, 26 Januari, 2026 | 00:05
HATI2 NARKOTIKA AYAM GEPREK

HATI2 NARKOTIKA AYAM GEPREK

Selasa, 7 Januari, 2025 | 23:45

Trending.

Rumah Ini di Jual Hubungi : 0822-31241-065

Rumah Ini di Jual Hubungi : 0822-31241-065

Minggu, 15 Maret, 2026 | 06:06
Keamanan dan Ketertiban Acuan Peningkatan Ekonomi

Keamanan dan Ketertiban Acuan Peningkatan Ekonomi

Kamis, 22 Desember, 2022 | 23:01
Desa Sentul Bagikan Ribuan Paket Sembako dan Paket Takjil

Desa Sentul Bagikan Ribuan Paket Sembako dan Paket Takjil

Selasa, 10 Maret, 2026 | 21:29
H. Asep Syamsudin S.Ag. Gelar Sosialisai Pengawasan Penyelengaran Pemerintahan Tahun Angggaran 2026

H. Asep Syamsudin S.Ag. Gelar Sosialisai Pengawasan Penyelengaran Pemerintahan Tahun Angggaran 2026

Selasa, 31 Maret, 2026 | 18:26
TNI Datangi Polrestabes Medan Dipicu Penahanan Tersangka Kasus Tanah

TNI Datangi Polrestabes Medan Dipicu Penahanan Tersangka Kasus Tanah

Senin, 7 Agustus, 2023 | 11:40
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
Kontak KamI : 0822-3124-1065

© 2023 Seputar Jabar Follow Us

No Result
View All Result
  • HOME

© 2023 Seputar Jabar Follow Us

Go to mobile version