• Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
No Result
View All Result
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
No Result
View All Result
Koran Seputar Jabar | Tegas Lugas Objektif
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Pembangunan Sekolah Rakyat di Ciwidey Jadi Sorotan Publik, Aspek Teknis dan K3 Jadi Perhatian

redaksi Oleh redaksi
Kamis, 23 April, 2026 | 14:05
Pembangunan Sekolah Rakyat di Ciwidey Jadi Sorotan Publik, Aspek Teknis dan K3 Jadi Perhatian
Share on FacebookShare on Twitter

Seputar Jabar Kabupaten Bandung | Proyek lanjutan pembangunan Sekolah Rakyat di Kampung Baru Sampe, RW 27 Desa Lebak Muncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, kembali dilanjutkan sejak awal April 2026. Proyek ini berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bandung dan menjadi perhatian terkait aspek teknis serta keselamatan kerja di lapangan.

Pelaksana lapangan, Angga, saat ditemui pada Senin (20/4/2026), menyampaikan bahwa pekerjaan telah berlangsung sekitar tiga minggu sejak tahap awal pengukuran. “Pekerjaan sudah berjalan kurang lebih tiga minggu, dimulai dari pengukuran, dan alat berat mulai masuk sejak 6 April untuk pematangan lahan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, proyek menggunakan metode cut and fill, yakni teknik pemotongan dan pemindahan tanah untuk membentuk kontur lahan yang stabil sesuai kebutuhan konstruksi.

Namun demikian, lokasi proyek diketahui memiliki riwayat longsor pada pekerjaan tahap sebelumnya di tahun anggaran 2025. Kondisi ini menjadi perhatian agar pelaksanaan lanjutan memperhatikan mitigasi risiko secara maksimal, termasuk kebutuhan konstruksi pengaman seperti Tembok Penahan Tanah (TPT).

Dalam pemantauan di lapangan, terlihat penggunaan alat berat jenis bulldozer tipe . Secara visual, alat masih beroperasi, meskipun tampak adanya penumpukan material tanah pada bagian bawah (undercarriage), yang memerlukan perhatian dalam hal perawatan agar kinerja tetap optimal.

Terkait operasional teknis, Angga mengaku tidak mengetahui secara rinci mengenai beberapa hal, termasuk sumber bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan. “Untuk BBM dan detail alat itu kewenangan pihak kontraktor,” jelasnya.

Hal serupa disampaikan oleh Dani, selaku konsultan pengawas. Ia menyebutkan bahwa informasi teknis terkait alat dan operasional berada pada pihak penyedia jasa. “Untuk BBM maupun detail alat berat, itu menjadi tanggung jawab kontraktor,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua RW 27 Kampung Baru Sampe, (nama Ketua RW), menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang ia ketahui, bahan bakar yang digunakan berasal dari Pertamina. Namun demikian, belum terdapat penjelasan administratif yang dapat memastikan hal tersebut secara resmi.

Secara teknis, penggunaan alat berat dalam proyek konstruksi tidak diwajibkan dalam kondisi baru, namun harus memenuhi prinsip kelayakan operasional serta standar keselamatan kerja. Hal ini mengacu pada yang menekankan pentingnya penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK).

Beberapa aspek K3 yang menjadi perhatian antara lain kelayakan alat, penggunaan alat pelindung diri (APD), pengaturan jalur alat berat, serta pengendalian risiko pada area rawan seperti lereng tanah. Dalam kondisi lokasi yang memiliki potensi longsor, langkah mitigasi menjadi bagian penting untuk menjaga keselamatan dan kualitas pekerjaan.

Dari sisi anggaran, proyek ini memiliki pagu sebesar Rp6,4 miliar dengan nilai kontrak sekitar Rp6,22 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Bandung tahun 2026. Pekerjaan dilaksanakan oleh pihak kontraktor dengan sistem gabungan lumsum dan harga satuan.

Dengan masa pelaksanaan selama 90 hari kalender, proyek ini diharapkan dapat berjalan sesuai rencana. Pengawasan serta keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.*”

redaksi

redaksi

Recommended.

PPDB di Subang Kisruh, Puluhan Anak Tak Diterima di SMPN 2 Pamanukan, Jarak Rumah Cuma 500an Meter

PPDB di Subang Kisruh, Puluhan Anak Tak Diterima di SMPN 2 Pamanukan, Jarak Rumah Cuma 500an Meter

Minggu, 30 Juni, 2024 | 17:06
Petani Pasirdatar Keluhkan Harga Sayuran Murah Sedangkan Harga Pupuk Melambung Tinggi dan Langka

Petani Pasirdatar Keluhkan Harga Sayuran Murah Sedangkan Harga Pupuk Melambung Tinggi dan Langka

Senin, 1 Agustus, 2022 | 07:09

Trending.

Keamanan dan Ketertiban Acuan Peningkatan Ekonomi

Keamanan dan Ketertiban Acuan Peningkatan Ekonomi

Kamis, 22 Desember, 2022 | 23:01
H. Asep Syamsudin S.Ag. Gelar Sosialisai Pengawasan Penyelengaran Pemerintahan Tahun Angggaran 2026

H. Asep Syamsudin S.Ag. Gelar Sosialisai Pengawasan Penyelengaran Pemerintahan Tahun Angggaran 2026

Selasa, 31 Maret, 2026 | 18:26
Darurat Literasi Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Persis Ciamis-Banjar Membuat Sayembara Untuk Meningkatkan Literasi Di Jawa Barat Bersama Ketua PW IPP Jabar Baru

Darurat Literasi Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Persis Ciamis-Banjar Membuat Sayembara Untuk Meningkatkan Literasi Di Jawa Barat Bersama Ketua PW IPP Jabar Baru

Senin, 14 April, 2025 | 23:18
Pesta Demokrasi Pemilihan RW 15 Desa Sayati, Warga Kompak Pilih Pemimpin Baru

Pesta Demokrasi Pemilihan RW 15 Desa Sayati, Warga Kompak Pilih Pemimpin Baru

Minggu, 12 April, 2026 | 15:03
Angka Kasus DBD di Cimahi pada 2024 Terus Menurun, Tapi Masyarakat Harus Tetap Waspada

Angka Kasus DBD di Cimahi pada 2024 Terus Menurun, Tapi Masyarakat Harus Tetap Waspada

Sabtu, 20 Juli, 2024 | 12:04
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
Kontak KamI : 0822-3124-1065

© 2023 Seputar Jabar Follow Us

No Result
View All Result
  • HOME

© 2023 Seputar Jabar Follow Us

Go to mobile version