seputarjabar.co.id
Kamis, 18 Juni 2026
Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memperkuat komitmennya dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat, khususnya pekerja informal dan pekerja rentan.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menargetkan semakin banyak pekerja di sektor tersebut dapat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Perlindungan sosial ketenagakerjaan menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga sekaligus menekan angka kemiskinan di Jawa Barat,” ujar Dedi usai menghadiri kegiatan Temu Apresiasi Manfaat Penerimaan Santunan BPJS Ketenagakerjaan di Gedung Pakuan.
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan manfaat jaminan sosial kepada para peserta sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi pekerja dan keluarganya dari risiko sosial dan ekonomi.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat, Kunto Wibowo, menegaskan kesiapan pihaknya dalam mendukung target pemerintah daerah melalui perluasan kepesertaan serta optimalisasi layanan manfaat.
“Kami siap mendukung penuh target Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memperluas perlindungan bagi pekerja rentan. Fokus kami adalah memastikan setiap pekerja terlindungi dan manfaat program benar-benar tepat sasaran,” ungkap Kunto Wibowo.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mempercepat cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di Jawa Barat.
Menurutnya, program BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya memberikan perlindungan saat terjadi risiko kerja, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga, terutama bagi pekerja sektor informal yang rentan terhadap guncangan ekonomi.
Dengan penguatan pernyataan Kunto Wibowo:
Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memperkuat komitmennya dalam memperluas perlindungan jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan bagi masyarakat.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menargetkan semakin banyak pekerja informal dan pekerja rentan dapat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat, Kunto Wibowo, menyatakan pihaknya siap mendukung target tersebut melalui perluasan kepesertaan dan penguatan layanan manfaat.
“Kami akan terus mendorong agar pekerja rentan mendapatkan perlindungan yang layak, serta memastikan manfaat program benar-benar dirasakan oleh peserta dan keluarganya,” ujar Kunto Wibowo.
Program BPJS Ketenagakerjaan dinilai mampu menjaga ketahanan ekonomi keluarga sekaligus menjadi salah satu solusi dalam menekan angka kemiskinan di Jawa Barat.
Melalui upaya kolaboratif ini, diharapkan semakin banyak pekerja di Jawa Barat yang terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan, sehingga mampu menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera, tangguh, dan berdaya saing.
