Seputar Jabar | Pelestarian seni budaya dan olahraga tradisional, khususnya pencak silat, terus mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat di Jawa Barat. Salah satunya melalui kiprah Paskibra Pasukan Barisan Laskar Kian Santang (Paskibra Laskar Kian Santang) yang dipimpin Ketua Umum Encep Wepi Kurnia.
Dalam perkembangannya, sejumlah paguron pencak silat yang sebelumnya belum banyak terlihat kini mulai bermunculan. Saat ini, sedikitnya sekitar 26 DPC disebut telah mulai aktif dan menunjukkan keberadaannya dalam pengembangan pencak silat di berbagai daerah.

Menurut Encep Wepi Kurnia, pencak silat memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat Jawa Barat, bukan hanya sebagai olahraga bela diri, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya dan salah satu pilar pembinaan generasi muda.
“Kalau bicara soal pencak silat, ini merupakan salah satu pilar yang ada di Jawa Barat.
Paguron-paguron yang sebelumnya mulai tersembunyi sekarang sudah mulai muncul dan berkembang,” ujarnya.
Ia berharap ke depan semakin banyak kegiatan yang dapat menjadi ruang bagi para pesilat untuk menunjukkan kemampuan sekaligus melestarikan budaya Sunda.
Salah satunya melalui pasanggiri pencak silat yang diharapkan dapat digelar secara rutin.
“Insyaallah kegiatan seperti biasa pasti akan ada pasanggiri. Semoga juga dari PPSI ada lomba-lomba lainnya, sehingga pencak silat semakin berkembang dan semakin dikenal masyarakat,” katanya.
Encep juga menilai pengembangan pencak silat tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi pencak silat, masyarakat dan pihak swasta dinilai penting agar kegiatan dapat terselenggara lebih maksimal dan meriah.
Menurutnya, dukungan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Jawa Barat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pencak silat.
Kolaborasi dengan pihak swasta juga diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi pengembangan kegiatan dan pembinaan atlet.
“Kalau tadi sudah ada kolaborasi antara Dispora dan Disbudpar, insyaallah ke depan anggarannya bisa lebih besar. Kalau dari PPSI maupun Paskibra, kegiatan seperti ini setahun sekali pasti ada,” tuturnya.
Ia berharap dukungan tersebut dapat terus diperkuat sehingga pencak silat tidak hanya menjadi warisan budaya yang dilestarikan, tetapi juga berkembang menjadi wadah prestasi bagi generasi muda Jawa Barat.
Keberadaan Paskibra Pasukan Barisan Laskar Kian Santang diharapkan turut memperkuat semangat kebangsaan, kebudayaan dan pembinaan generasi muda melalui kegiatan positif yang berakar pada budaya lokal.
Encep Wepi Kurnia menegaskan, sinergi seluruh elemen menjadi kunci agar pencak silat Jawa Barat semakin maju, memiliki ruang kompetisi yang lebih luas, serta mampu melahirkan generasi muda yang berprestasi sekaligus mencintai budaya daerahnya.
Reportase: yw056









