Polres Garut Gelar Operasi Cipkon, 78 Botol Miras dan Tuak Diamankan dari Enam Penjual

Garut – Seputar Jabar | Polres Garut kembali menggelar Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Dalam operasi yang digelar Sabtu malam, 12 September 2026, polisi menyasar peredaran minuman keras (miras) di sejumlah lokasi wilayah Garut Kota dan Kecamatan Tarogong Kaler.

Operasi tersebut dipimpin langsung Wakapolres Garut Kompol Deny Rahmanto, S.S., S.I.K., M.M. Puluhan personel diterjunkan untuk melakukan penertiban terhadap sejumlah lokasi yang diduga memperjualbelikan minuman beralkohol tanpa izin.

Hasilnya, petugas mengamankan barang bukti dari enam orang penjual. Mereka masing-masing berinisial N (45), M (48), dan MH (50), warga Kecamatan Karangpawitan, serta R (28), I (31), dan RT (32), warga Kecamatan Garut Kota.

Wakapolres Garut Kompol Deny Rahmanto mengatakan, dari operasi tersebut pihaknya mengamankan 78 botol minuman beralkohol berbagai jenis, satu jerigen minuman tradisional jenis tuak, serta tujuh plastik berisi minuman tradisional jenis tuak.

“Dari hasil operasi, petugas mengamankan sejumlah barang bukti minuman beralkohol berbagai jenis dari enam penjual,” kata Kompol Deny Rahmanto saat ditemui awak media Seputar Jabar di ruang kerjanya, Minggu (13/9/2026).

Menurutnya, peredaran minuman beralkohol tanpa izin menjadi salah satu hal yang perlu diantisipasi karena berpotensi memicu gangguan Kamtibmas.
Karena itu, Polres Garut akan terus melakukan langkah penertiban sebagai bagian dari upaya menciptakan situasi keamanan yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Garut.

Selain mengamankan barang bukti, petugas juga melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap para penjual. Polisi turut memberikan penyuluhan mengenai dampak serta bahaya penyalahgunaan minuman beralkohol.

“Penertiban ini merupakan langkah preventif dan represif dalam menjaga situasi Kamtibmas. Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Garut untuk bersama-sama menciptakan Garut yang aman, nyaman, dan kondusif,” pungkasnya.

Koresponden: Arief Fahrian

Exit mobile version