Sabtu, 3 Oktober 2026
Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bandung atau Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216 yang jatuh pada 25 Septeptember 2026. Menjelang perayaan tersebut, Kelurahan Merdeka Bandung turut memeriahkan HKJB ke-216 dengan memperkenalkan identitas baru dengan mengusung tema “GURAME HEBOH (Gebyar Utama Rakyat Merdeka)”, dalam “Kolaborasi Harmoni”.
Kegiatan GURAME HEBOH (Gebyar Utama Rakyat Merdeka) dalam rangka Hari Jadi Kota Bandung ke-216 Tahun 2026 Kelurahan Merdeka tersebut dihadiri oleh Walikota Bandung Muhamad Farhan di Taman Musik, Jl. Sumbawa.
“Tema HUT Kota Bandung atau HJKB ke-216 tersebut bukan sekadar tagline yang digunakan untuk memeriahkan hari jadi, di dalamnya terdapat pesan mengenai kehidupan masyarakat Kota Bandung yang terdiri dari berbagai latar belakang dan karakter, namun dapat saling terhubung serta berjalan bersama”, Jelas Dadan Darisman, S.AB., Lurah Merdeka kepada Seputar Jabar 3/10/2026.
Acara ini diawali dengan pawai karnaval dari Kantor Kelurahan Merdeka menuju Taman Musik Bandung, yang dihadiri dan dibuka langsung oleh Walikota. Bersama beberapa penampilan musik serta hiburan persembahan dari 9 Rukun Warga yang mewakili pihak masing-masing.
Kegiatan tersebut menggambarkan Kota Bandung sebagai ruang pertemuan bagi banyak unsur masyarakat. Warga, komunitas, pelaku ekonomi kreatif, seniman, hingga berbagai gagasan dapat tumbuh dan berinteraksi dalam ruang yang sama di Taman Musik Jl. SUMBAWA.
Keberagaman tersebut kemudian menjadi salah satu hal yang ingin ditonjolkan melalui tema HUT Kota Bandung “GURAME HEBOH (Gebyar Utama Rakyat Merdeka)”,Perayaan HJKB ke-216 menjadi momentum untuk mengenang perjalanan Kota Bandung dan titik penting sepanjang sejarahnya.
Mulai dari perkembangan Bandung sebagai pusat pemerintahan pada 1810, munculnya julukan Paris van Java pada 1928, peristiwa Bandung Lautan Api pada 1946, hingga Konferensi Asia-Afrika pada 1955 yang turut menjadi bagian dari perjalanan pembentukan karakter kota.
Hadir diantaranya Wakil Walikota diwakili jajaran Prokopim, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, Camat Sumur Bandung, Lurah Merdeka, Komunitas Musik Merdeka Km 7, serta persembahan musik serta hiburan rereongan dari berbagai wilayah sembilan rukun warga Kelurahan Merdeka, Bandung. “Menjelaskan bahwa masyarakat Bandung memiliki ikatan sosial yang kuat dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan, karakter tersebutlah yang kemudian dirangkai dalam semangat harmoni”, ujar Lurah Dadan Darisman, S.H, M.H., kemarin di Taman Musik Bandung.
Dadan juga menyatakan, “Kolaborasi yang dimaksud bukan berarti seluruh masyarakat harus mempunyai pandangan, kebiasaan, atau karakter yang sama. Justru, perbedaan tetap menjadi bagian dari kehidupan Kota Bandung”.
Hal ini dapat terlihat dari banyaknya ruang pertemuan masyarakat di Kota Bandung. Kegiatan budaya, festival, komunitas, seni, hingga aktivitas ekonomi kreatif menjadi bagian dari ruang yang memungkinkan berbagai kelompok terebut.
Masyarakat Kota Bandung terdiri atas banyak unsur dengan aktivitas dan karakter yang berbeda, dan tema tahun ini mengajak berbagai unsur tersebut untuk tetap memiliki ruang dalam kehidupan kota.
Semangat kebersamaan juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari hubungan antarwarga, kegiatan komunitas, aktivitas sosial, hingga kolaborasi dalam berbagai bidang, semuanya dapat menjadi bentuk keterlibatan masyarakat dalam membangun kota Bandung”, ujar Lurah Dadan kepada Media sambil menutup bincang-bincang.
