{"id":1241,"date":"2022-10-26T16:33:53","date_gmt":"2022-10-26T09:33:53","guid":{"rendered":"https:\/\/seputarjabar.net\/?p=1241"},"modified":"2022-10-26T16:33:53","modified_gmt":"2022-10-26T09:33:53","slug":"dua-hari-tak-juga-padam-ternyata-ini-penyebab-api-susah-dikendalikan-di-pabrik-triplek-bandung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/2022\/10\/26\/dua-hari-tak-juga-padam-ternyata-ini-penyebab-api-susah-dikendalikan-di-pabrik-triplek-bandung\/","title":{"rendered":"Dua Hari Tak Juga Padam, Ternyata Ini Penyebab Api Susah Dikendalikan di Pabrik Triplek Bandung"},"content":{"rendered":"<p><strong>BANDUNG \u2013<\/strong> Hampir selama dua hari\u00a0 api yang membakar\u00a0 Pabrik Triplek di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung susah dikendalikan oleh Tim pemadam kebakaran.\u00a0 Kebakaran yang\u00a0 terjadi sejak Senin (24\/10) malam itu\u00a0 baru bisa dipadamkan pada Rabu (26\/10) sekitar pukul 09.00 WIB pagi, bahkan hingga saat ini upaya pemadaman masih terus dilakukan.<\/p>\n<p>Pelaksanan Tugas (Plt) Kepala Diskar PB Kota Bandung, Gungun Sumaryana menyampaikan bahwa sampai saat ini masih terjadi adanya kobaran api di beberapa titik.<\/p>\n<p>\u201cTapi itu sudah sangat kecil (api), dan mungkin bentar lagi pendingin. Teman-teman (petugas) sekarang sudah bisa masuk ke area-area yang terbakar sampai diyakini sudah tidak ada lagi titik api,\u201d katanya saat dikonfirmasi, Rabu (26\/10).<\/p>\n<p>Gugun menjelaskan, sulitnya melakukan pemadaman api di Pabrik Triplek tersebut karena banyaknya barang-barang yang mudah terbakar dan luasnya area bangunan\u00a0 yang terbakar.<\/p>\n<p>Area bangunan yang menyimpan bahan-bahan pembuatan triplek tersebut mencakup\u00a0 tiga perempat dari luas pabrik, yakni\u00a0 sekitar 2.000 Meter persegi.<\/p>\n<p>Lokasi tersebut penuhi dengan barang-barang berupa triplek, lem, hingga kardus.<\/p>\n<p>\u201cJadi akhirnya itu kesulitan kami untuk melakukan pemadaman karena ada bahan-bahan yang susah dipadamkan dan mudah terbakar,\u201d ungkapnya<\/p>\n<p>Gungun menjelaskan, sampai saat ini dilakukan proses pemadaman di lokasi tersebut pihaknya telah menerjunkan ratusan petugas pemadam kebakaran.<\/p>\n<p>\u201cUntuk hari pertama itu peleton dua, hari kedua peleton 3 dan hari ini peleton satu . Seluruh peleton saja sudah 90. Berarti kalau ditotal ada 250 anggota,\u201d ujarnya<\/p>\n<p>Sedangkan untuk kendaraan sendiri, dia menyebut pihaknya juga telah mengerahkan sebanyak 22 unit pemadam api.<\/p>\n<p>\u201cItu ada 22, kami berterimakasih sekali karena mendapat bantuan dari daerah perbatasan seperti Cimahi, dan Kabupaten Bandung itu membantu semua (melakukan proses pemadaman),\u201d imbuhnya<\/p>\n<p>Sementara, disingung awal terjadinya kebakaran, Gungun menuturkan bahwa pihaknya sampai saat ini belum bisa menyimpulkan. Sebab ia mengaku, pihaknya masih terfokus pada proses pemadaman api.<\/p>\n<p>\u201cKalau untuk kerugian sementara sudah dicatatkan hampir Rp 2 miliar, tapi untuk angka pastinya belum ketahuan. Tapi, kami akan terus berkomunikasi dan berkonsultasi dengan aparat penegak hukum untuk menginvestigasi penyebab awalnya,\u201d pungkasnya<\/p>\n<p>Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengaku sampai saat ini Tim laboratorium Forensik (Labfor) belum dapat melakukan investigasi penyebab kebakaran tersebut.<\/p>\n<p>\u201cTim labfor (laboratorium Forensik) l belum bisa masuk (ke lokasi kebakaran) Kareba masih proses pendinginan,\u201d pungkas Ibrahim<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDUNG \u2013 Hampir selama dua hari\u00a0 api yang membakar\u00a0 Pabrik Triplek di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung susah dikendalikan oleh Tim pemadam kebakaran.\u00a0 Kebakaran yang\u00a0 terjadi sejak Senin (24\/10) malam itu\u00a0 baru bisa dipadamkan pada Rabu (26\/10) sekitar pukul 09.00 WIB pagi, bahkan hingga saat ini upaya pemadaman masih terus dilakukan. Pelaksanan Tugas (Plt) Kepala Diskar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1242,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_sitemap_exclude":false,"_sitemap_priority":"","_sitemap_frequency":"","footnotes":""},"categories":[80],"tags":[],"class_list":["post-1241","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-peristiwa"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1241","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1241"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1241\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1243,"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1241\/revisions\/1243"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1242"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1241"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1241"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1241"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}