{"id":1770,"date":"2023-02-14T17:18:56","date_gmt":"2023-02-14T10:18:56","guid":{"rendered":"https:\/\/seputarjabar.net\/?p=1770"},"modified":"2023-02-14T17:18:56","modified_gmt":"2023-02-14T10:18:56","slug":"satu-dari-83-warga-yang-keracunan-setelah-pulang-pengajian-di-bandung-barat-meninggal-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/2023\/02\/14\/satu-dari-83-warga-yang-keracunan-setelah-pulang-pengajian-di-bandung-barat-meninggal-dunia\/","title":{"rendered":"Satu dari 83 Warga yang Keracunan setelah Pulang Pengajian di Bandung Barat Meninggal Dunia"},"content":{"rendered":"<p>BANDUNG BARAT &#8211; Satu dari 83 warga asal Kampung Cilangari, RW 11, Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang mengalami keracunan massal meninggal dunia, Senin (13\/2\/2023) malam.<\/p>\n<p>Diketahui, puluhan warga itu keracunan setelah mengkonsumsi nasi boks sepulang menghadiri Tabligh Akbar di Masjid As Saniyah pada Sabtu (11\/2\/2023) malam, hingga akhirnya mereka merasakan gejala mual, pusing, dan diare.<\/p>\n<p>Kepala Desa Cilangari, Sobana mengatakan, korban yang meninggal dunia akibat keracunan makanan tersebut diketahui atas nama Rahmat (63) setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cililin.<\/p>\n<p>&#8220;Korban meninggal dunia setelah sebelumnya sempat mendapatkan pertolongan pertama dengan cara diinfus,&#8221; ujarnya saat dihubungi, Selasa (14\/2\/2023).<\/p>\n<p>Ia mengatakan, tak lama setelah keracunan makanan itu dia mendapat perawatan di Puskesmas Gununghalu, tapi karena kondisinya semakin memburuk langsung dirujuk ke RSUD Cililin, hanya saja nyawanya tidak tertolong.<\/p>\n<p>&#8220;Di rumah sakit (RSUD Cililin) masuk ruang ICU, tetapi nyawanya tidak tertolong. Pak Rahmat dinyatakan meninggal kurang lebih jam 11 malam,&#8221; kata Sabana.<\/p>\n<p>Sobana mengatakan, korban merupakan seorang tokoh masyarakat yang dikenal dermawan, sehingga suasana di rumah duka pun dipenuhi oleh pelayat yang datang.<\/p>\n<p>&#8220;Korban rencananya akan dimakamkan hari ini, kami sepakat menganggap kejadian ini sebagai musibah dan mudah-mudahan tidak ada lagi korban,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Kepala Saksi Kesehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan KBB, Mawaddah mengatakan, nasi boks yang telah menyebabkan puluhan warga keracunan itu berisi nasi putih, ayam goreng, tumis bihun, dan tumis kentang.<\/p>\n<p>&#8220;Sementara kita bawa dulu sampel makanannya (nasi boks) untuk diuji lab. Hasilnya baru bisa keluar minimal dalam waktu sepekan ke depan,&#8221; ujar Mawaddah.<\/p>\n<p>Ia mengatakan, jika hasil uji laboratorium itu sudah keluar, kejadian keracunan ini baru akan teridentifikasi kenapa nasi boks yang dikonsumsi warga tersebut bisa menyebabkan keracunan.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk dugaannya kita tidak bisa menduga-duga, nanti terkait penyebab yang pastinya harus menunggu hasil laboratoriumnya keluar dulu. Sekarang lagi kita proses ke laboratorium Provinsi Jawa Barat,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDUNG BARAT &#8211; Satu dari 83 warga asal Kampung Cilangari, RW 11, Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang mengalami keracunan massal meninggal dunia, Senin (13\/2\/2023) malam. Diketahui, puluhan warga itu keracunan setelah mengkonsumsi nasi boks sepulang menghadiri Tabligh Akbar di Masjid As Saniyah pada Sabtu (11\/2\/2023) malam, hingga akhirnya mereka merasakan gejala [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1771,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_sitemap_exclude":false,"_sitemap_priority":"","_sitemap_frequency":"","footnotes":""},"categories":[91,80],"tags":[],"class_list":["post-1770","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bandung-barat","category-peristiwa"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1770","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1770"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1770\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1772,"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1770\/revisions\/1772"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1771"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1770"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1770"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1770"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}