{"id":2675,"date":"2023-11-22T07:21:23","date_gmt":"2023-11-22T00:21:23","guid":{"rendered":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/?p=2675"},"modified":"2023-11-22T07:21:23","modified_gmt":"2023-11-22T00:21:23","slug":"preman-kampung-gigit-lengan-istri-karena-cemburu-bakar-rumah-setelah-istri-mau-lapor-polisi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/2023\/11\/22\/preman-kampung-gigit-lengan-istri-karena-cemburu-bakar-rumah-setelah-istri-mau-lapor-polisi\/","title":{"rendered":"Preman Kampung Gigit Lengan Istri karena Cemburu Bakar Rumah setelah Istri Mau Lapor Polisi"},"content":{"rendered":"<p>Seorang preman kampung berinisial H diduga tega menganiaya dan membakar rumah istri di Desa Gegesik Kulon, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon.<\/p>\n<p>Polisi kini tengah memburu pelaku.<\/p>\n<p>&#8220;Pelakunya masih dalam pengejaran kami.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Kami bersama anggota langsung ke TKP untuk melihat langsung, kemudian dari reserse mengadakan olah TKP,&#8221; ujar Kapolsek Gegesik Polresta Cirebon, AKP Suheryana, Selasa (21\/11\/2023).<\/p>\n<p>Suheryana mengatakan, pihaknya telah menerima laporan resmi dari Suniyani pada sore hari tadi.<\/p>\n<p>Dari hasil penyelidikan sementara, kepolisian menduga kejadian tersebut dilatarbelakangi kecemburuan yang menyulut emosi berlebihan.<\/p>\n<p>Kapolsek juga membenarkan adanya KDRT yang dialami korban hingga menyebabkan luka lebam.<\/p>\n<p>&#8220;Betul ada KDRT. Terkait kebakaran masi kita dalami.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Profil pelaku, dia terlibat banyak kejahatan dan beberapa kali telah masuk sel. Bisa disebut HD preman kampung,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Kapolsek menambahkan, pihaknya akan terus memantau lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan perangkat desa setempat untuk mencari keberadaan pelaku.<\/p>\n<p>&#8220;Kita masi melakukan pengejaran pada pelaku, mudah-mudahan ketangkap,&#8221; jelas dia.<\/p>\n<p>Diberitakan sebelumnya, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) hingga nekat membakar rumah terjadi di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.<\/p>\n<p>Dalam peristiwa ini, pasangan suami istri (pasutri) asal Desa Gegesik Kulon, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon menjadi topiknya.<\/p>\n<p>Informasi yang dihimpun, percekcokan hingga berujung pembakaran rumah terjadi pada Jumat dan Sabtu (18\/11\/2023) sekitar pukul 18.30 WIB.<\/p>\n<p>Saat itu, perempuan yang belakangan diketahui bernama Suniyani (38) itu mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari suaminya sendiri berinisial H.<\/p>\n<p>Akibat ulah suaminya, Suniyani pun mendatangi Polsek Gegesik pada Selasa (21\/11\/2023) untuk melapor.<\/p>\n<p>Usai melapor, perempuan berusia 38 tahun itu menceritakan kronologi kejadiannya.<\/p>\n<p>Diungkapkan dia, peristiwa itu berawal saat dirinya sedang bersantai usai makan malam dan hendak duduk di luar rumah pada Jumat (17\/11\/2023) malam.<\/p>\n<p>Namun belum juga sampai melaksanakan niatnya, aksi Suniyani dilarang oleh suaminya.<\/p>\n<p>Suniyani dilarang untuk keluar dan percekcokan terjadi.<\/p>\n<p>&#8220;Saya tuh nurut padahal, gak jadi keluar rumah, tapi suami terus marah cekcok lah.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Akhirnya suami mulai main tangan, lengan kiri saya digigit dan disabet menggunakan sabuk.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Lalu saya juga dicekik menggunakan tangan dan sabuk.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Dilemparin gelas yang ada isinya teh manis. Terus dia tuh ngomongnya, pokoknya akan bunuh kamu, akan aku bakar rumah kamu,&#8221; ujar Suniyani saat diwawancarai media, Selasa (21\/11\/2023).<\/p>\n<p>Tak hanya sampai di situ, percekcokan terus berlanjut.<\/p>\n<p>Hingga akhirnya, datang teman suami membawa benda cair diduga bensin yang dibungkus dengan plastik.<\/p>\n<p>Bensin itu kemudian diberikan kepada H, suami korban.<\/p>\n<p>Dengan bensin itu, H mencoba membakar Suniyani dan seisi rumah.<\/p>\n<p>&#8220;Bensinnya itu diikat, digigit, terus ituin (banjur) ke tubuh saya. Dibalurin bensin saya tuh. Terus koreknya digituin sama baju saya tuh. Alhamdulillahnya engga nyala,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Masih kata Suniyani, setelah gagal membakar dirinya, H tampak emosi kemudian masuk ke dalam rumah membawa bensin dan korek.<\/p>\n<p>Kemudian terjadilah percobaan pembakaran rumah yang kembali gagal.<\/p>\n<p>&#8220;Kursi, barang-barang, engga ada yang nyala Alhamdulillah-nya tuh.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Terus dia tuh muter-muter rumah, mau bakar rumah sih. Aku cegah terus sampai aku jatuh lagi, jatuh lagi.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Terus ada karung disulut karungnya, dilemparin. Karungnya jatuh, aku injak-injak,&#8221; jelas dia.<\/p>\n<p>Karena kondisi tubuhnya merasa sakit akibat sabetan hingga dorongan pelaku, korban pun saat itu mencari perlindungan ke rumah kepala desa atau kuwu setempat.<\/p>\n<p>Rencananya, Suniyani pun hendak melaporkan peristiwa yang dialaminya ke kepolisian.<\/p>\n<p>Namun, niatnya itu ternyata terdengar hingga ke telinga suaminya.<\/p>\n<p>Amarah suami semakin menjadi, hingga akhirnya pelaku diduga telah membakar rumah milik korban yang berada di Blok 3, Desa Gegesik Kulon pada Sabtu malam (19\/11).<\/p>\n<p>&#8220;Jadi, pas kebakarannya saya tidak tahu, karena saya langsung lari ke rumah pak kuwu,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Kini, setelah melapor ke polisi, Suniyani berharap, suaminya yang dikenal sebagai preman kampung itu ditangkap dan dihukum sesuai dengan perbuatannya.<\/p>\n<p>&#8220;Ya, harapan saya sih dikasih balasan yang setimpal,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut Suniyani, suaminya sekarang sudah melarikan diri.<\/p>\n<p>Sementara dirinya saat ini mengamankan diri dengan cara mengungsi di rumah kepala desa.<\/p>\n<p>&#8220;Menikah sudah kurang lebih 2 tahun,&#8221; ucap Suniyani.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seorang preman kampung berinisial H diduga tega menganiaya dan membakar rumah istri di Desa Gegesik Kulon, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon. Polisi kini tengah memburu pelaku. &#8220;Pelakunya masih dalam pengejaran kami.&#8221; &#8220;Kami bersama anggota langsung ke TKP untuk melihat langsung, kemudian dari reserse mengadakan olah TKP,&#8221; ujar Kapolsek Gegesik Polresta Cirebon, AKP Suheryana, Selasa (21\/11\/2023). Suheryana [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2676,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_sitemap_exclude":false,"_sitemap_priority":"","_sitemap_frequency":"","footnotes":""},"categories":[69],"tags":[],"class_list":["post-2675","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kriminal"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2675","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2675"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2675\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2678,"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2675\/revisions\/2678"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2676"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2675"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2675"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2675"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}