{"id":7009,"date":"2026-06-13T18:12:16","date_gmt":"2026-06-13T11:12:16","guid":{"rendered":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/?p=7009"},"modified":"2026-06-13T18:50:16","modified_gmt":"2026-06-13T11:50:16","slug":"bandung-jadi-pusat-kompetisi-tenis-meja-asean-ptsni-tekankan-penguatan-pembinaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/2026\/06\/13\/bandung-jadi-pusat-kompetisi-tenis-meja-asean-ptsni-tekankan-penguatan-pembinaan\/","title":{"rendered":"Bandung Jadi Pusat Kompetisi Tenis Meja ASEAN, PTMSI Tekankan Penguatan Pembinaan"},"content":{"rendered":"<p>seputarjabar.co.id<br \/>\nSabtu, 13 Juni 2026<\/p>\n<p>Penyelenggaraan kejuaraan tenis meja antar klub Asia Tenggara di Bandung semakin menegaskan posisi Jawa Barat sebagai salah satu pusat pembinaan atlet nasional. Hal ini disampaikan oleh Ketua PTMSI, Indra Safari, dalam sesi doorstop usai pertandingan.<\/p>\n<p>Menurut Indra, kehadiran event internasional di Jawa Barat menjadi indikator kuat bahwa Bandung memiliki peran strategis dalam pengembangan tenis meja, khususnya di level usia dini.<\/p>\n<p>Event internasional di Jawa Barat ini menandakan bahwa Bandung merupakan barometer tenis meja, terutama dalam pembinaan usia muda. Banyak atlet nasional lahir dari Jawa Barat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, meskipun banyak atlet kemudian berkarier di berbagai daerah di Indonesia, akar pembinaan mereka tetap berasal dari Jawa Barat. Karena itu, penyelenggaraan kompetisi internasional di Bandung dinilai sangat relevan untuk memperkuat ekosistem pembinaan.<\/p>\n<p>Indra juga menilai ajang ini menjadi wadah penting bagi atlet untuk mengukur hasil latihan yang selama ini dijalani.<\/p>\n<p>\u201cIni menjadi kesempatan bagi atlet untuk menunjukkan hasil latihan dan meningkatkan kepercayaan diri dalam menghadapi kompetisi yang lebih tinggi,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Sementara itu, perwakilan Komite Olimpiade menekankan pentingnya kompetisi berkelanjutan sebagai bagian dari sistem pembinaan. Menurutnya, ajang seperti hanyalah puncak, sehingga diperlukan rangkaian pertandingan yang konsisten.<\/p>\n<p>\u201cTidak cukup hanya latihan. Atlet harus terus bertanding agar kualitas dan kesiapan mereka meningkat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ketua Panitia, Yon Mardiono, S.H., menjelaskan bahwa format kejuaraan antar klub memberikan peluang lebih luas bagi atlet untuk tampil di level internasional.<\/p>\n<p>\u201cDengan sistem klub, lebih banyak pemain bisa ikut serta. Ini penting untuk melihat potensi atlet Indonesia saat berhadapan dengan negara-negara Asia Tenggara,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Ia juga menyebut bahwa penyelenggaraan kategori usia dini merupakan bagian dari strategi jangka panjang, termasuk persiapan menghadapi kejuaraan kelompok umur di kawasan ASEAN.<\/p>\n<p>Pemilihan Bandung sebagai tuan rumah dinilai strategis, tidak hanya karena basis penggemar yang besar, tetapi juga karena kekuatan pembinaan di Jawa Barat yang telah terbukti melahirkan banyak atlet berprestasi.<\/p>\n<p>Selain itu, kejuaraan ini juga menghadirkan inovasi dengan penerapan tiket berbayar, yang mendapat respons positif dari masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa olahraga tenis meja memiliki potensi untuk berkembang sebagai industri olahraga yang lebih profesional. Ke depan, PTMSI berharap dukungan pemerintah dan berbagai pihak dapat terus diperkuat agar event serupa bisa digelar secara rutin dan menjadi bagian dari kalender kompetisi internasional.<\/p>\n<p>\u201cKami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut setiap tahun, sehingga pembinaan atlet semakin terarah dan prestasi Indonesia di tingkat regional maupun internasional semakin meningkat,\u201d tutup Indra.<\/p>\n<p><em>Penulis: ywinda<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>seputarjabar.co.id Sabtu, 13 Juni 2026 Penyelenggaraan kejuaraan tenis meja antar klub Asia Tenggara di Bandung semakin menegaskan posisi Jawa Barat sebagai salah satu pusat pembinaan atlet nasional. Hal ini disampaikan oleh Ketua PTMSI, Indra Safari, dalam sesi doorstop usai pertandingan. Menurut Indra, kehadiran event internasional di Jawa Barat menjadi indikator kuat bahwa Bandung memiliki peran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":7022,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_sitemap_exclude":false,"_sitemap_priority":"","_sitemap_frequency":"","footnotes":""},"categories":[95],"tags":[],"class_list":["post-7009","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bandung"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7009","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7009"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7009\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7026,"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7009\/revisions\/7026"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7022"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7009"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7009"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7009"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}