{"id":8438,"date":"2026-09-15T13:08:29","date_gmt":"2026-09-15T06:08:29","guid":{"rendered":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/?p=8438"},"modified":"2026-09-15T13:08:29","modified_gmt":"2026-09-15T06:08:29","slug":"kemnaker-uu-pprt-perjelas-hak-dan-kewajiban-pekerja-rumah-tangga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/2026\/09\/15\/kemnaker-uu-pprt-perjelas-hak-dan-kewajiban-pekerja-rumah-tangga\/","title":{"rendered":"Kemnaker: UU PPRT Perjelas Hak dan Kewajiban Pekerja Rumah Tangga"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta | <\/strong>Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan bahwa Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) memberikan landasan hukum yang lebih jelas bagi hubungan kerja antara Pekerja Rumah Tangga (PRT) dan pemberi kerja.<\/p>\n<p>UU PPRT mengatur hak dan kewajiban para pihak dalam hubungan kerja, termasuk bagi PRT, pemberi kerja, dan Perusahaan Penempatan Pekerja Rumah Tangga (P3RT).<\/p>\n<p>Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker, Sugeng Heri Suseno, mengatakan hubungan kerja antara PRT dan pemberi kerja harus dilaksanakan dengan saling menghargai serta memenuhi hak dan kewajiban masing-masing pihak.<\/p>\n<p>\u201cSaling menghargai bukan hanya soal panggilan, melainkan juga kepastian hak dan kewajiban kedua belah pihak,\u201d ujar Sugeng melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n<p>Dalam pengaturannya, PRT dapat direkrut secara langsung oleh pemberi kerja maupun melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Rumah Tangga (P3RT).<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-8440 size-jnews-featured-750\" src=\"https:\/\/seputarjabar.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-14-at-22.52.17-750x500.jpeg\" alt=\"\" width=\"750\" height=\"500\" srcset=\"https:\/\/seputarjabar.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-14-at-22.52.17-750x500.jpeg 750w, https:\/\/seputarjabar.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-14-at-22.52.17-300x200.jpeg 300w, https:\/\/seputarjabar.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-14-at-22.52.17-1024x683.jpeg 1024w, https:\/\/seputarjabar.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-14-at-22.52.17-768x512.jpeg 768w, https:\/\/seputarjabar.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-14-at-22.52.17-1140x761.jpeg 1140w, https:\/\/seputarjabar.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/WhatsApp-Image-2026-09-14-at-22.52.17.jpeg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><br \/>\nUU PPRT juga mengatur sejumlah hak dan kewajiban para pihak, antara lain terkait waktu kerja, lingkup pekerjaan, upah, Tunjangan Hari Raya (THR), kepesertaan jaminan sosial, serta lingkungan kerja yang aman dan sehat.<\/p>\n<p>Untuk penyelesaian perselisihan, UU PPRT mengedepankan musyawarah untuk mencapai mufakat antara PRT dan pemberi kerja. Apabila kesepakatan tidak tercapai, penyelesaian dapat dilanjutkan melalui mediasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n<p>\u201cFokus UU PPRT adalah memberikan pelindungan, pengakuan, dan perlakuan kepada PRT sebagai pekerja sesuai dengan harkat dan martabat manusia,\u201d pungkas Sugeng.<\/p>\n<p><strong>Biro Humas Kemnaker<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta | Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan bahwa Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) memberikan landasan hukum yang lebih jelas bagi hubungan kerja antara Pekerja Rumah Tangga (PRT) dan pemberi kerja. UU PPRT mengatur hak dan kewajiban para pihak dalam hubungan kerja, termasuk bagi PRT, pemberi kerja, dan Perusahaan Penempatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":8439,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_sitemap_exclude":false,"_sitemap_priority":"","_sitemap_frequency":"","footnotes":""},"categories":[534],"tags":[],"class_list":["post-8438","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-jakarta"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8438","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8438"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8438\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8442,"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8438\/revisions\/8442"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8439"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8438"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8438"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8438"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}