• Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
Tech News, Magazine & Review WordPress Theme 2017
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
No Result
View All Result
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
No Result
View All Result
Seputar Jabar | Tegas Lugas Objektif
No Result
View All Result
Home CIMAHI

Angka Kasus DBD di Cimahi pada 2024 Terus Menurun, Tapi Masyarakat Harus Tetap Waspada

redaksi Oleh redaksi
Sabtu, 20 Juli, 2024 | 12:04
Angka Kasus DBD di Cimahi pada 2024 Terus Menurun, Tapi Masyarakat Harus Tetap Waspada
Share on FacebookShare on Twitter

CIMAHI – Jumlah kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Cimahi menurun sepanjang Januari-Juni 2024. Tetapi, masyarakat diminta tetap harus wasapada.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Cimahi, kasus DBD semester pertama 2024 berjumlah 684.

Perinciannya pada Januari 145 kasus, Februari 154 kasus, Maret 160 kasus, April 102 kasus, Mei 81 kasus, dan Juni 42 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Penular (P2P) Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Dwihadi Isnalini, mengatakan, jika melihat data itu artinya kasus DBD mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir.

“Paling banyak Februari-Maret, tapi setelah itu kan terus,” ujar Dwihadi di Kompleks Perkantoran Pemkot Cimahi, Jumat (19/7/2024).

Kasus DBD tersebut menurun karena dalam beberapa bulan terakhir jarang turun hujan. Sehingga kondisi ini mengurangi adanya genangan air tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti.

“Tapi masyarakat harus waspada karena pada Agustus 2024 nanti diprediksi akan musim hujan lagi. Biasanya banyak genangan air yang memicu penyakit DBD,” kata Dwihadi.

Menurutnya, kewaspadaan itu harus dilakukan karena Kota Cimahi merupakan wilayah endemi DBD. Sehingga dia menyarankan masyarakat Kota Cimahi untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Selain itu, pihaknya juga meminta masyarakat menanam tanaman yang bisa mengusir nyamuk penyebab BDB seperti bunga lavender, daun sirih, dan daun mint.

“Kemudian kami juga menyarankan agar masyarakat memelihara ikan cupang, mujair, mas, dan sebagainya di bak penampungan air yang sulit dijangkau,” ucapnya.

Ia mengatakan, keberadaan berbagai jenis ikan itu akan menghambat perkembangbiakan jentik nyamuk Aedes aegypti, sehingga penyakit DBD yang mengancam masyarakat bisa diminimalisasi.

“Ikan cupang atau ikan lainya juga adalah pemakan jentik. Jadi bisa buat pencegahan dari mulai jentiknya agar tidak berkembang biak jadi nyamuk penyebab DBD,” kata Dwihadi.

 

redaksi

redaksi

Recommended.

Terluka di Betis dan Tangan, Dua Anggota Polisi Korban Bom Polsek Astana Anyar Masih Dirawat di RS

Terluka di Betis dan Tangan, Dua Anggota Polisi Korban Bom Polsek Astana Anyar Masih Dirawat di RS

Jumat, 9 Desember, 2022 | 14:50
Persib Bandung Berhasil Menang dalam Bimbingan Pelatih Caretaker

Persib Bandung Berhasil Menang dalam Bimbingan Pelatih Caretaker

Sabtu, 13 Agustus, 2022 | 22:39

Trending.

Kemenhub Sambut Baik Rencana Trem di Kota Bogor

Kemenhub Sambut Baik Rencana Trem di Kota Bogor

Jumat, 23 September, 2022 | 14:36
Koperasi Catra Karya Nusantara Garut Resmi Menerima 4 Buah Kapal

Koperasi Catra Karya Nusantara Garut Resmi Menerima 4 Buah Kapal

Kamis, 21 Agustus, 2025 | 20:20
Sosialisasi dan Rencana Pengembangan Penataan Terkait Penyusunan Dokumen Masterplan di Pantai Rancabuaya

Sosialisasi dan Rencana Pengembangan Penataan Terkait Penyusunan Dokumen Masterplan di Pantai Rancabuaya

Rabu, 6 Agustus, 2025 | 13:16
Aksi Demonstrasi Ricuh, Massa Buruh Robohkan Pagar Gedung Sate

Aksi Demonstrasi Ricuh, Massa Buruh Robohkan Pagar Gedung Sate

Rabu, 21 September, 2022 | 14:45

Pensiunan ASN Ditemukan Tewas di Mangkubumi Tasikmalaya

Selasa, 30 Agustus, 2022 | 13:43
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
Kontak KamI : 0822-3124-1065

© 2023 Seputar Jabar Follow Us

No Result
View All Result
  • HOME

© 2023 Seputar Jabar Follow Us

Go to mobile version