Bogor SJB | Bupati Bogor Rudy Susmanto resmikan dua SKPD baru yang beroperasi di VIVO Mall, Sukaraja, Jumat (2/1). Hal ini sebagai bagian dari inovasi pelayanan publik dan kolaborasi dengan dunia usaha, mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi kawasan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menempatkan dua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) baru dan satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di VIVO Mall sebagai bagian dari strategi mendekatkan pelayanan publik sekaligus menjaga keberlangsungan investasi di daerah.
Menurut Bupati Bogor, Rudy Susmanto, kebijakan tersebut bukan sekadar memindahkan kantor pemerintahan ke pusat perbelanjaan, melainkan bentuk kehadiran negara di ruang publik yang mudah dijangkau masyarakat.
“Siapa pun yang sudah berinvestasi di Kabupaten Bogor, pemerintah berkewajiban menjaga keberlangsungan investasinya. VIVO Mall sudah membangun dan berinvestasi, maka pemerintah hadir dan berkolaborasi,” ujar Rudy.
Rudy menuturkan, keberadaan OPD di mal diharapkan mampu menghidupkan aktivitas kawasan. Ketika pelayanan publik berjalan, masyarakat akan datang ke mal, sehingga ruang-ruang usaha yang masih kosong dapat terisi dan aktivitas ekonomi kembali bergerak.
“Ketika masyarakat datang untuk mengurus pelayanan, mereka datang ke mal. Ini akan memberi efek berganda bagi dunia usaha dan UMKM lokal,” tuturnya.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut juga selaras dengan arahan pemerintah pusat terkait konsep work from mall dan pemanfaatan ruang publik sebagai pusat pelayanan. Pemerintah Kabupaten Bogor, kata Rudy, telah mempersiapkan kebijakan ini sejak tahun 2025 dan mulai mengoperasikannya pada awal 2026.
“Selain faktor ekonomi, penempatan OPD di mal bertujuan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan lokasi yang strategis dan mudah diakses, masyarakat tidak harus datang ke kantor pemerintahan yang jaraknya jauh atau sulit dijangkau,” jelas Rudy.
Rudy menegaskan, berkantor di mal bukan berarti mengurangi profesionalisme aparatur. Sebaliknya, pelayanan harus tetap optimal dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Berkantor di mal bukan untuk berjalan-jalan. Justru di sini pemerintah harus lebih cepat melayani dan lebih responsif,” tegasnya.
Rudy menambahkan, Pemkab Bogor juga menyiapkan dukungan bagi pelaku UMKM untuk mengisi kios-kios di VIVO Mall. Sebanyak 100 kios difasilitasi oleh pemerintah daerah, sementara manajemen mal membuka kesempatan bagi pelaku usaha lainnya untuk bergabung.
“Penempatan pelayanan publik di pusat perbelanjaan tidak berhenti di VIVO Mall. Ke depan, Pemkab Bogor merencanakan pembangunan mal pelayanan publik di wilayah barat dan timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, sehingga pelayanan semakin dekat dengan masyarakat,” tandas Bupati Rudy Susmanto.(us/man)








