Kamis 29 Oktober 2026
  • BACA KORAN DIGITAL
  • DAFTARKAN UMKM ANDA
  • Disclaimer
  • Home 2
  • Hubungi Kami
  • KORAN DIGITAL
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • Privacy Policy
  • REDAKSI
    • #4796 (tanpa judul)
  • Tentang Kami
  • UMKM JABAR
Pasang Iklan Seputar Jabar
▤ AKSES DIGITAL KORAN DIGITAL →
  • NASIONAL
  • INFO JABAR
    • BERITA KOTA BANDUNG
    • BERITA KAB. BANDUNG
    • BERITA BANDUNG BARAT
    • BERITA CIMAHI
    • BERITA GARUT
    • BERITA BOGOR
    • BERITA CIANJUR
    • BERITA CIREBON
    • BERITA SUMEDANG
    • BERITA INDRAMAYU
    • BERITA SUKABUMI
    • BERITA PANGANDARAN
  • INFO HUKUM
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • BERITA OLAHRAGA
    • PERSIB BANDUNG
  • BERITA PENDIDIKAN
  • BERITA PERISTIWA
  • BERITA POLITIK
    • BERITA PEMILU
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
NASIONAL INFO JABAR HUKUM OLAHRAGA PENDIDIKAN PERISTIWA POLITIK TEKNOLOGI
Media Seputar Jabar
No Result
View All Result
Home Tak Berkategori

Harga Minyak Goreng Meroket, Begini Solusinya Dalam Pandangan Islam

Oleh: Lilis Suryani, Pengelola PAUD dan Penggiat Literasi

redaksi Oleh redaksi
Senin, 20 Juni, 2022 | 22:44
Harga Minyak Goreng Meroket, Begini Solusinya Dalam Pandangan Islam

Sejumlah warga antre membeli minyak goreng kemasan saat operasi pasar minyak goreng murah di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (11/1/2022). Operasi pasar minyak goreng murah yang dijual dengan harga Rp14 ribu per liter tersebut digelar sebagai upaya menstabilkan lonjakan harga minyak goreng. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/tom.

MAHALNYA harga minyak goreng masih menjadi polemik yang belum juga terselesaikan. Selain harganya yang dinilai memberatkan masyarakat, stok yang masih langka juga membuat masyarakat kebingungan. Antrean panjang masyarakat yang sekedar ingin membeli minyak goreng saat ini sudah sering ditemui di berbagai daerah. Tentu, ini bukanlah hal yang wajar di negara yang menjadi produsen kelapa sawit terbesar.

Fenomena mahalnya harga minyak goreng disertai kelangkaannya, tentu menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Tidak sedikit yang menduga bahwa hal tersebut diakibatkan oleh oknum tertentu yang telah melakukan penimbunan minyak goreng. Guna mengantisipasi adanya penimbunan, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo menegaskan bahwa Polda Jabar dan jajaran polres, polresta dan polrestabesnya telah membentuk tim khusus.

“Kita sudah lakukan pengawasan terkait masalah produksinya kemudian distribusinya kemudian regulasi penjualannya dan juga pada saat penjualan mengecek penimbunan-penimbunan juga,” kata Ibrahim dilansir dari pikiran-rakyat.com pada Rabu 23 Maret 2022.

Baca Juga: Koran Digital Seputar Jabar – Edisi 389

Terkuaknya beberapa kasus penimbunan minyak goreng beberapa waktu terakhir pasti menyakiti hati masyarakat. Begitipun penulis sendiri sebagai ibu rumah tangga begitu merasa terbebani ketika harga minyak goreng melambung tinggi, sudah begitu barangnya pun langka. Mesti mencari berkeliling dulu untuk mendapatkan 2 Liter minyak goreng. Menambah pengeluaran baik waktu maupun uang.

Penulis bisa jadi satu dari sekian banyak ibu-ibu yang merasakan kesusahan yang sama. Tidak cukup dengan pengorbanan waktu dan uang, penuli sendiri begitu sakit hati ketika mengetahui adanya penimbunan yang dilakukan oknum yang tidak peduli terhadap kesulitan masyarakat.

Sampai-sampai penulis tidak habis pikir, kenapa negara bisa kecolongan terhadap ulah oknum segelintir orang ini. Padahal fakta mahal dan langkanya minyak goreng sudah di depan mata. Pun kebijakan HET ( Harga Eceran Tertinggi) yang digulirkan pemerintah sebelumnya, tidak berpengaruh besar terhadap tercukupinya kebutuhan masyarakat. Karena pada saat itu, penulis ingat betul minyak goreng tiba-tiba hilang dipasaran. Jikapun ada jumlahnya begitu sedikit.

Baca Juga: Persib Harus Pertahankan Mental Juara, Jangan Jumawa

Masyarakat tentu mengharapkan solusi yang nyata dari pemerintah bukan hanya sekedar himbauan untuk beralih dari menggoreng menjadi mengukus atau merebus. Ibu-ibu rumah tangga sudah memahami betul jika hanya berkaitan dengan teknik memasak, karena sudah lama ibu-ibu mahir dalam itu.

Penulis jadi teringat ketika masa Rasulallah SAW, pada saat itu terjadi pelonjakan harga, sebagaimana Imam Ahmad meriwayatkan dari Anas yang berkata,

غَلَا السِّعْرُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ, لَوْ سَعَّرْتَ, فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ الْخَالِقُ الْقَابِضُ الْبَاسِطُ الرَّزَّاقُ الْمُسَعِّرُ وَإِنِّي لَأَرْجُو أَنْ أَلْقَى اللَّهُ وَلاَ يَطْلُبُنِي أَحَدٌ بِمَظْلِمَةٍ ظَلَمْتُهَا إِيَّاهُ فِي دَمٍ وَلَا مَالٍ

Harga melonjak pada masa Rasulullah saw.. Lalu mereka berkata, “Ya Rasulullah, andai saja Anda mematok harga.” Beliau bersabda, “Sungguh Allahlah Yang Menciptakan, Yang Menggenggam, Yang Melapangkan, Yang Memberi Rezeki, dan Yang Menetapkan Harga. Aku sungguh berharap menjumpai Allah dan tidak ada seorang pun yang menuntutku dengan kezaliman yang aku lakukan kepada dia dalam hal darah dan tidak pula harta.” (HR Ahmad)

Baca Juga: Arsip Koran Seputar Jabar

Dari hadits ini kita memahami bahwa mengintervensi harga bukanlah solusi yang dilakukan oleh Rasulullah. Lalu bagaimana untuk mengatasi hal tersebut ?
Solusinya adalah untuk mengatasi harga yang melonjak adalah dengan menambah pasokan, jika perlu dengan mendatangkan barang dari wilayah lain.

Hal ini sebagaimana yang dipraktikkan Khalifah Umar bin Khaththab. Ketika terjadi paceklik yang berakibat kelangkaan dan melonjaknya harga di Hijaz, Khalifah Umar ra. tidak mematok harga. Namun, beliau mendatangkan barang dari Mesir dan Syam ke Hijaz sehingga harga turun.

Dalam pandangan Islam juga melarang praktik permainan harga oleh kartel, yaitu menjual barang di luar harga pasar sehingga mampu mengendalikan harga. Ini adalah praktik yang diharamkan. Negara dalam hal ini wajib mengendalikan harga pasar sehingga pedagang tidak mengendalikan harga.

Selain aspek distribusi ini, negara dalam pandangan Islam adalah pihak yang juga mengatur aspek hulu, jika pada kasus kelangkaan minyak goreng berarti aspek hulunya yaitu perkebunan kelapa sawit. Mulai dari aturan penguasaan lahan, prioritas produksi untuk kebutuhan dalam negeri, mencegah monopoli dan oligopoli, tidak tunduk pada ketentuan internasional yang merugikan rakyat, dan lain-lain.

Begitulah mekanisme singkat berkaitan dengan pengendalian harga dalam Islam dilihat secara Historisnya. Dan tidak menutup kemungkinan hal yang demikian dilakukan pula saat ini.*

Pegiat Literasi tinggal di Kabupaten Bandung Barat, Bandung

Berita Terkait

Tak Berkategori

Koran Digital Seputar Jabar – Edisi 389

Oleh redaksi
Jumat, 2 Oktober, 2026 | 14:22
0
16

BACA KORAN DIGITAL →

Tak Berkategori

Persib Harus Pertahankan Mental Juara, Jangan Jumawa

Oleh Tim Redaksi
Minggu, 7 Juni, 2026 | 12:44
0
0

Umuh Muchtar: Persib Harus Pertahankan Mental Juara, Jangan Jumawa Jelang Piala Presiden http://kora seputarjabar.comSelasa, 26 Mei 2026 Sesepuh Bobotoh Umuh...

Arsip Koran Seputar Jabar
Tak Berkategori

Arsip Koran Seputar Jabar

Oleh redaksi
Sabtu, 23 Mei, 2026 | 14:37
0
10

Kemenpora Ajak Pemuda Lawan Judi Online Melalui Program Forum Pemimpin Muda Klub Berkawan

Kemenpora Ajak Pemuda Lawan Judi Online Melalui Program Forum Pemimpin Muda Klub Berkawan

Minggu, 15 Desember, 2024 | 14:19
0
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal Laporkan Anggota DPRD Kabupaten Bandung ke Polda Jabar

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal Laporkan Anggota DPRD Kabupaten Bandung ke Polda Jabar

Sabtu, 23 November, 2024 | 12:45
1
Catatan Ahli Psikolog Forensik ke Polri soal Pengungkapan Kasus Vina

Catatan Ahli Psikolog Forensik ke Polri soal Pengungkapan Kasus Vina

Rabu, 7 Agustus, 2024 | 20:39
5
Israel Bantah Gaza Dilanda Kelaparan Besar Sebut Bantuan Kemanusiaan Malah Lebihi Jumlah Populasi

Israel Bantah Gaza Dilanda Kelaparan Besar Sebut Bantuan Kemanusiaan Malah Lebihi Jumlah Populasi

Kamis, 9 Mei, 2024 | 21:44
16
Kemandirian Desa di Jabar Disertai Penguatan Sikap Antikorupsi

Kemandirian Desa di Jabar Disertai Penguatan Sikap Antikorupsi

Kamis, 14 September, 2023 | 21:01
4

Seputar Jabar menyajikan berita dan informasi terkini, akurat, dan relevan seputar Jawa Barat.

MENU

Nasional
Jabar
Hukum
Olahraga
Pendidikan
Peristiwa
Politik
Teknologi

INFORMASI

Tentang Kami
Redaksi
Kontak Kami
Pedoman Media Siber

KATEGORI POPULER
Bandung
Bekasi
Bogor
Cirebon
Depok
Sukabumi
Tasikmalaya
Karawang
Garut
Subang
KORAN DIGITAL Baca Seputar Jabar edisi terbaru hari ini
BACA EDISI HARI INI →
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • INFO JABAR
    • BERITA KOTA BANDUNG
    • BERITA KAB. BANDUNG
    • BERITA BANDUNG BARAT
    • BERITA CIMAHI
    • BERITA GARUT
    • BERITA BOGOR
    • BERITA CIANJUR
    • BERITA CIREBON
    • BERITA SUMEDANG
    • BERITA INDRAMAYU
    • BERITA SUKABUMI
    • BERITA PANGANDARAN
  • INFO HUKUM
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • BERITA OLAHRAGA
    • PERSIB BANDUNG
  • BERITA PENDIDIKAN
  • BERITA PERISTIWA
  • BERITA POLITIK
    • BERITA PEMILU
  • TEKNOLOGI

© 2026 Seputar Jabar Online - Tegas Lugas Objektif

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.