Jumat 30 Oktober 2026
  • BACA KORAN DIGITAL
  • DAFTARKAN UMKM ANDA
  • Disclaimer
  • Home 2
  • Hubungi Kami
  • KORAN DIGITAL
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • Privacy Policy
  • REDAKSI
    • #4796 (tanpa judul)
  • Tentang Kami
  • UMKM JABAR
Pasang Iklan Seputar Jabar
▤ AKSES DIGITAL KORAN DIGITAL →
  • NASIONAL
  • INFO JABAR
    • BERITA KOTA BANDUNG
    • BERITA KAB. BANDUNG
    • BERITA BANDUNG BARAT
    • BERITA CIMAHI
    • BERITA GARUT
    • BERITA BOGOR
    • BERITA CIANJUR
    • BERITA CIREBON
    • BERITA SUMEDANG
    • BERITA INDRAMAYU
    • BERITA SUKABUMI
    • BERITA PANGANDARAN
  • INFO HUKUM
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • BERITA OLAHRAGA
    • PERSIB BANDUNG
  • BERITA PENDIDIKAN
  • BERITA PERISTIWA
  • BERITA POLITIK
    • BERITA PEMILU
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
NASIONAL INFO JABAR HUKUM OLAHRAGA PENDIDIKAN PERISTIWA POLITIK TEKNOLOGI
Media Seputar Jabar
No Result
View All Result
Home EKONOMI

Terapkan Ekonomi Gotong Royong, Ono Surono Yakin Koperasi Mampu Bertahan dari Krisis

redaksi Oleh redaksi
Minggu, 9 Oktober, 2022 | 17:23
Terapkan Ekonomi Gotong Royong, Ono Surono Yakin Koperasi Mampu Bertahan dari Krisis

BANDUNG – Ketua Penasehat Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Ono Surono menilai kondisi krisis pangan global dan resesi ekonomi bakal menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia.

Ia berharap, Indonesia dengan segala potensinya mampu melakukan antisipasi dengan sumber daya baik alam maupun manusia yang besar.

“Kondisi pandemi lalu sudah membuktikan banyak ekonomi yang mengalami kolaps. Tapi, justru ekonomi kecil dapat bertahan dengan semangat gotong royong, seperti adanya gerakan membeli ke warung tetangga atau teman untuk mempertahankan ekonomi kelas bawah serta koperasi miliki prinsip dari dan untuk anggota. Jadi, ekonomi gotong royong ini intinya bisa perkuat koperasi,” kata Ono saat memberikan sambutan dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Dekopinwil Provinsi Jawa Barat di kawasan Jalan Braga, Sabtu (8/10).

Baca Juga: HARI OEANG REPUBLIK INDONESIA Bey Machmudin: UMKM Tulang Punggung Ekonomi di Jawa Barat

Menurut Ono, koperasi harus  dibedakan dengan PT, CV atau Badan Hukum usaha lainnya sehingga diperlukan juga support regulasi melalui Undang-Undang.

Terlebih, imbuhnya, pengejawantahan dari UUD Pasal 33 adalah koperasi.

“Bukan diperlakukan istimewa tapi paling tidak ada perlindungan ada pemberdayaan tanggap  koperasi sehingga mampu menjalankan ekonomi gotong royong, ekonomi pancasila itu. Salah satu contoh pada pemerintahan Orde Baru koperasi selalu dilibatkan dalam distribusi pangan kerjasama dengan bulog,” bebernya.

Ono mengatakan koperasi mempunyai usaha yang mewadahi kepentingan mereka dan itu harus ada intervensi dari pemerintah karena tak bisa berjalan sendiri.

Baca Juga: Kemitraan dengan IKM Jabar Didorong Masuk dalam Rantai Pasok Industri Besar

Seperti misalnya, pupuk koperasi pertanian harusnya menjadi distributor agen-agen pupuk.

Lalu, koperasi perikanan mengelola tempat pelelangan ikan yang menjadi pusat kegiatan para nelayan serta koperasi konsumen distribusi sembilan bahan makanan pokok, misalnya beras, gula, tepung, daging.

“Dalam pendistribusian 9 makanan pokok ini, koperasi harus dilibatkan. Sehingga kita berharap Indonesia mampu menghadapi krisis global dan bertahan dengan menjalankan ekonomi yang berazaskan kekeluargaan dan gotong royong yakni koperasi,” pungkas Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar ini.

Sementara, Dekopin juga terus menyuarakan harapannya terkait rancangan undang-undang (RUU) yang berkaitan dengan perkoperasian, seperti RUU Perkoperasian dan RUU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK) yang masih dilakukan pengkajian di dewan.

Baca Juga: Kurs rupiah merosot akibat data penjualan barang tahan lama AS yang baik

Di lokasi yang sama, Ketua Umum Dekopin, Sri Untari Bisowarno menyampaikan ada enam rekomendasi hasil rakernas di Semarang yang segera harus dikerjakan.

Tetapi, ada dua rekomendasi penting, yaitu terkait RUU PPSK dan RUU Perkoperasian.

“Kami ingin berikan masukan ke pembahas RUU agar bisa benar-benar memotret apa yang kami butuhkan, karena UU itu kan kami yang memakainya, sehingga kami pun harus terlibat,” ujar Sri.

Sri menyebut bahwa kelembagaan seperti koperasi dapat bertumbuh besar sebagai penopang ekonomi bangsa. Terlebih, di masa resesi ekonomi global yang tengah mengintai.

“Koperasi ini punya kekuatan ekonomi untuk negara karena telah mengakar di masyarakat dan dibutuhkan masyarakat. Jadi, serangkaian regulasi yang diproduksi negara bersama DPR dan presiden harus bisa terasa oleh kami, sehingga bisa dikembangkan, dibesarkan, diberdayakan, dan melindungi,” ujarnya.

Selain itu, Sri pun berharap pemerintah memiliki view of vision yang kuat untuk menguatkan ekonomi gotong royong sebagai ekonomi akar bangsa dalam menghadapi resesi dunia yang menyangkut ketahanan pangan juga energi.

“Koperasi ini bisa dimasukan untuk membangun masyarakat dari sisi apapun dan kami berharap RUU yang tengah dibahas bisa cocok oleh kami dan bisa membuat kami produktif demi kepentingan ekonomi bangsa,” pungkasnya.

Berita Terkait

HARI OEANG REPUBLIK INDONESIA Bey Machmudin:  UMKM Tulang Punggung Ekonomi di Jawa Barat
EKONOMI

HARI OEANG REPUBLIK INDONESIA Bey Machmudin: UMKM Tulang Punggung Ekonomi di Jawa Barat

Oleh redaksi
Minggu, 27 Oktober, 2024 | 16:23
0
6

KOTA BANDUNG - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung ekonomi di Jawa Barat. Menurut Open Data Jabar...

Kemitraan dengan IKM Jabar Didorong Masuk dalam Rantai Pasok Industri Besar
EKONOMI

Kemitraan dengan IKM Jabar Didorong Masuk dalam Rantai Pasok Industri Besar

Oleh redaksi
Rabu, 18 September, 2024 | 12:32
0
19

SEPUTARJABAR.CO.ID / KOTA BANDUNG - Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat bersama Perwakilan Bank Indonesia Jabar terus berupaya meningkatkan iklim investasi...

Kurs rupiah merosot akibat data penjualan barang tahan lama AS yang baik
EKONOMI

Kurs rupiah merosot akibat data penjualan barang tahan lama AS yang baik

Oleh redaksi
Selasa, 27 Agustus, 2024 | 17:24
0
7

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS pada akhir perdagangan Selasa merosot dipengaruhi rilis data penjualan barang tahan lama Amerika...

Jabar Upayakan Iklim Kondusif bagi Investor

Jabar Upayakan Iklim Kondusif bagi Investor

Selasa, 30 Januari, 2024 | 21:44
14
Lelang Eksekusi Bank bjb Kolaborasi dengan DJKN Kemenkeu

Lelang Eksekusi Bank bjb Kolaborasi dengan DJKN Kemenkeu

Rabu, 22 November, 2023 | 07:11
14
Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum mengatakan Literasi Ekonomi Syariah di Jabar Harus Lebih Cepat

Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum mengatakan Literasi Ekonomi Syariah di Jabar Harus Lebih Cepat

Jumat, 11 Agustus, 2023 | 11:55
10
‘Makan’ Duit BUMDes Rp 1,3 M, Nasib Kades Cianjur Berujung Bui

‘Makan’ Duit BUMDes Rp 1,3 M, Nasib Kades Cianjur Berujung Bui

Kamis, 11 Mei, 2023 | 17:42
2
Warga Cimahi Rela Antre 2 Jam demi Dapat Beras Murah Rp 8.500/Kg, di Pasar Masih Rp 12 Ribu/Kg

Warga Cimahi Rela Antre 2 Jam demi Dapat Beras Murah Rp 8.500/Kg, di Pasar Masih Rp 12 Ribu/Kg

Senin, 27 Februari, 2023 | 22:57
9

Seputar Jabar menyajikan berita dan informasi terkini, akurat, dan relevan seputar Jawa Barat.

MENU

Nasional
Jabar
Hukum
Olahraga
Pendidikan
Peristiwa
Politik
Teknologi

INFORMASI

Tentang Kami
Redaksi
Kontak Kami
Pedoman Media Siber

KATEGORI POPULER
Bandung
Bekasi
Bogor
Cirebon
Depok
Sukabumi
Tasikmalaya
Karawang
Garut
Subang
KORAN DIGITAL Baca Seputar Jabar edisi terbaru hari ini
BACA EDISI HARI INI →
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • INFO JABAR
    • BERITA KOTA BANDUNG
    • BERITA KAB. BANDUNG
    • BERITA BANDUNG BARAT
    • BERITA CIMAHI
    • BERITA GARUT
    • BERITA BOGOR
    • BERITA CIANJUR
    • BERITA CIREBON
    • BERITA SUMEDANG
    • BERITA INDRAMAYU
    • BERITA SUKABUMI
    • BERITA PANGANDARAN
  • INFO HUKUM
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • BERITA OLAHRAGA
    • PERSIB BANDUNG
  • BERITA PENDIDIKAN
  • BERITA PERISTIWA
  • BERITA POLITIK
    • BERITA PEMILU
  • TEKNOLOGI

© 2026 Seputar Jabar Online - Tegas Lugas Objektif

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.