Jumat 30 Oktober 2026
  • BACA KORAN DIGITAL
  • DAFTARKAN UMKM ANDA
  • Disclaimer
  • Home 2
  • Hubungi Kami
  • KORAN DIGITAL
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • Privacy Policy
  • REDAKSI
    • #4796 (tanpa judul)
  • Tentang Kami
  • UMKM JABAR
Pasang Iklan Seputar Jabar
▤ AKSES DIGITAL KORAN DIGITAL →
  • NASIONAL
  • INFO JABAR
    • BERITA KOTA BANDUNG
    • BERITA KAB. BANDUNG
    • BERITA BANDUNG BARAT
    • BERITA CIMAHI
    • BERITA GARUT
    • BERITA BOGOR
    • BERITA CIANJUR
    • BERITA CIREBON
    • BERITA SUMEDANG
    • BERITA INDRAMAYU
    • BERITA SUKABUMI
    • BERITA PANGANDARAN
  • INFO HUKUM
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • BERITA OLAHRAGA
    • PERSIB BANDUNG
  • BERITA PENDIDIKAN
  • BERITA PERISTIWA
  • BERITA POLITIK
    • BERITA PEMILU
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
NASIONAL INFO JABAR HUKUM OLAHRAGA PENDIDIKAN PERISTIWA POLITIK TEKNOLOGI
Media Seputar Jabar
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Marak Kasus Keracunan Massal MBG, DPR Turun Tangan Tinjau Dapur-Dapur MBG

redaksi Oleh redaksi
Rabu, 1 Oktober, 2025 | 14:52
Marak Kasus Keracunan Massal MBG, DPR Turun Tangan Tinjau Dapur-Dapur MBG

Seputar Jabar | September 2025 – Program (Makan Bergizi Gratis) MBG saat ini merupakan salah satu topik utama yang selalu dibahas oleh masyarakat, sejak awal terealisasikannya program ini, selalu ada respon positif dan negatifnya dari warga.

Namun, belakangan ini media dikejutkan karena beredarnya kasus-kasus keracunan pada siswa. Ratusan bahkan hingga ribuan siswa di berbagai daerah mengalami keracunan massal setelah mengkonsumsi MBG dari sekolahnya, ini tentu memicu kekhawatiran nasional. Khususnya pada bulan September inilah korban keracunan semakin meningkat dari September hingga saat ini. Program yang seharusnya menyehatkan malah justru membahayakan.

Kabar ini membuat para orang tua dan masyarakat resah karena memikirkan anaknya yang mengkonsumsi atau menerima Makan Bergizi Gratis. Bahkan ada beberapa orang tua yang menuntut untuk pemerintah segera melakukan evaluasi terkait program ini, menuntut penanganan pembiayaan untuk mengobati keracunan pada anaknya, hingga ada yang menolak agar anaknya tidak diberikan Makanan Bergizi Gratis. Pakar gizi yang juga menyarankan pemerintah untuk memberhentikan program ini sementara waktu, sambil menunggu hasil evaluasi secara menyeluruh.

Baca Juga: Sekolah Menahan Ijasah Peserta Didik, Melanggar Pasal 9 Ayat (2) Kemendikbudristek

Berita ini sudah banyak dibincangkan di media publik ataupun di lingkungan masyarakat sehingga terdengar oleh para DPR bahwa masyarakat menuntut untuk melakukan evaluasi terhadap program MBG. Ketika sebuah program negara (MBG) justru mengakibatkan potensi kerugian bagi kesehatan publik (korban keracunan), wajar saja jika DPR sebagai lembaga perwakilan rakyat ikut terlibat sebagai pengawasan. Fungsi pengawasan DPR melekat di konstitusi, terutama bila ada indikasi maladministrasi atau kegagalan dalam implementasi program publik.

Mendengar kasus yang sudah menyebar di nasional ini, ketua DPR Puan Maharani, sempat menyebutkan bahwa DPR akan turun langsung untuk meninjau dan mencari tahu sumber permasalahan yang dialami siswa setelah mengkonsumsi MBG.

“Kami akan mengawasi ke tempat-tempat yang mana ada masalah di dapur-dapur MBG untuk melihat secara langsung sebenarnya masalahnya itu seperti apa,” ujar Puan di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Selasa, 23 September 2025.

DPR meminta (Badan Gizi Nasional) BGN untuk mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan MBG dan DPR yang akan “mengawal” langsung perbaikan tata kelola program.

Baca Juga: Mutasi Besar-besaran Polri! 19 Kapolda Berganti, Kursi Kapolda Metro Jaya hingga Kabareskrim Ikut Berubah

Wakil ketua DPR RI Sufmi Dasko Ahmad tak tinggal diam, iya sempat mengatakan “ini bukan sekedar kejadian tapi ancaman bagi kesehatan ribuan anak DPR siap memanggil BGN langsung untuk evaluasi”. Iya mendesak BGN untuk segera menangani masalah terkait kasus ini secara serius.

Puan Maharani juga mengatakan bahwa program ini memang harus dievaluasi total dan berharap untuk tidak saling menyalahkan, melainkan mencari tahu agar permasalahan dan mengevaluasinya bersama-sama hingga kejadian ini tidak terulang lagi.

Setelah melakukan beberapa pemeriksaan dan pendataan terkait korban keracunan, BGN melaporkan sejak Januari hingga 22 September, terjadi 4.711 kasus keracunan MBG dari berbagai daerah.Namun, kasus keracunan paling banyak terjadi di Pulau Jawa. Tetapi, angka yang lebih besar dilaporkan oleh Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI). LSM ini mencatat per 21 September 2025, korban keracunan terus bertambah menjadi 6.452 anak dengan gejala awal yang mual, sakit perut hingga kejang-kejang. Namun pemerintahan tetap memilih untuk melanjutkan program ini sambil terus melakukan evaluasi dan dengan perbaikan.

DPR juga mengutip bahwa dari sekitar 8.000 dapur yang melaksanakan penyelenggaraan MBG, hanya 34 dapur yang memiliki sertifikat higienis. Fakta bahwa hanya 34 dapur MBG yang bersertifikat higienis dari ribuan dapur yang ada, menunjukkan rendahnya kapabilitas pengelolaan pangan dalam dapur MBG.

Baca Juga: Sekjen Kemnaker: AI Percepat Deteksi Risiko, Auditor Tetap Penentu

Masalah ini juga sempat dilaporkan ke Puskesmas setempat di mana tempat banyaknya korban keracunan massal tersebut bahkan polisi juga sempat turun tangan untuk menutup dapur penyedia makanan. Barang bukti seperti bahan makanan dan peralatan masak diamankan sementara untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Tidak hanya berhenti di situ, dua penyedia dapur ada yang terpaksa tertutup karena melanggar standar kebersihan dan badan gizi nasional.

DPR sebagai lembaga pengawasan sudah mengambil langkah tepat dengan turun tangan langsung meninjau dapur-dapur MBG. Namun, langkah itu harus diikuti reformasi nyata: audit, transparansi, regulasi baru, dan penegakan hukum. Hanya dengan begitu, MBG bisa kembali menjadi program yang dipercaya masyarakat, bukan sekadar jargon politik.

Kejadian ini juga menjadi pengingat bahwa keinginan program agar bisa efektif terlaksanakan, memerlukan fondasi yang kuat. Dengan turun tangan DPR, diharapkan MBG tak lagi menjadi bencana yang membuat khawatir, melainkan berkah bagi generasi emas Indonesia. Hingga hasil investigasi lengkap dirilis, publik menantikan komitmen nyata dari semua pihak untuk melindungi anak-anak sekolah.

(Dinda Shafiya Alghiffari)
Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Andalas

Berita Terkait

Sekolah Menahan Ijasah Peserta Didik, Melanggar Pasal 9 Ayat (2) Kemendikbudristek
NASIONAL

Sekolah Menahan Ijasah Peserta Didik, Melanggar Pasal 9 Ayat (2) Kemendikbudristek

Oleh redaksi
Sabtu, 24 Oktober, 2026 | 10:12
0
49

SeputarJabar.co.id - Berdasarkan Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nomor 1 Tahun 2022, Sebagaimana dimaksud Pasal...

Mutasi Besar-besaran Polri! 19 Kapolda Berganti, Kursi Kapolda Metro Jaya hingga Kabareskrim Ikut Berubah
NASIONAL

Mutasi Besar-besaran Polri! 19 Kapolda Berganti, Kursi Kapolda Metro Jaya hingga Kabareskrim Ikut Berubah

Oleh Tim Redaksi
Jumat, 9 Oktober, 2026 | 18:37
0
28

Jakarta - Gerbong mutasi di tubuh Polri kembali bergerak. Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melakukan perombakan besar terhadap jajaran...

Sekjen Kemnaker: AI Percepat Deteksi Risiko, Auditor Tetap Penentu
NASIONAL

Sekjen Kemnaker: AI Percepat Deteksi Risiko, Auditor Tetap Penentu

Oleh Tim Redaksi
Kamis, 1 Oktober, 2026 | 13:00
0
12

Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Cris Kuntadi menyatakan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) membantu auditor internal menyaring data dalam jumlah besar...

Kemnaker Tekankan Pelindungan Ketenagakerjaan di Kawasan Industri Kendal dan Batang

Kemnaker Tekankan Pelindungan Ketenagakerjaan di Kawasan Industri Kendal dan Batang

Kamis, 1 Oktober, 2026 | 12:56
6
Sejumlah pelajar didampingi petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi menyeberang jalan di Pelican Crossing di Jalan Gatot Subroto, Kota Cimahi, Jawa Barat, Senin (19/1/2026). Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi melakukan uji coba dan sosialisasi penggunaan Pedestrian Light Controlled Crossing (Pelican Crossing) sebagai upaya menciptakan jalur aman untuk menyeberang serta mengurangi risiko kecelakaan.

Modal Kamera Pinjaman, Pelajar Cimahi Juara 1 Lomba Foto UNESCO Dunia

Selasa, 29 September, 2026 | 12:34
8
MagangHub Batch 2 Dimulai Besok, Peserta Diminta Siapkan Diri

MagangHub Batch 2 Dimulai Besok, Peserta Diminta Siapkan Diri

Rabu, 23 September, 2026 | 10:21
6
Wamenaker: Peserta MagangHub Harus Siap Hadapi Dunia Kerja

Wamenaker: Peserta MagangHub Harus Siap Hadapi Dunia Kerja

Selasa, 22 September, 2026 | 19:00
10
Wamenaker Apresiasi Olahan Lokal TKM Ternate Berkualitas Ekspor

Wamenaker Apresiasi Olahan Lokal TKM Ternate Berkualitas Ekspor

Sabtu, 19 September, 2026 | 22:16
7

Seputar Jabar menyajikan berita dan informasi terkini, akurat, dan relevan seputar Jawa Barat.

MENU

Nasional
Jabar
Hukum
Olahraga
Pendidikan
Peristiwa
Politik
Teknologi

INFORMASI

Tentang Kami
Redaksi
Kontak Kami
Pedoman Media Siber

KATEGORI POPULER
Bandung
Bekasi
Bogor
Cirebon
Depok
Sukabumi
Tasikmalaya
Karawang
Garut
Subang
KORAN DIGITAL Baca Seputar Jabar edisi terbaru hari ini
BACA EDISI HARI INI →
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • INFO JABAR
    • BERITA KOTA BANDUNG
    • BERITA KAB. BANDUNG
    • BERITA BANDUNG BARAT
    • BERITA CIMAHI
    • BERITA GARUT
    • BERITA BOGOR
    • BERITA CIANJUR
    • BERITA CIREBON
    • BERITA SUMEDANG
    • BERITA INDRAMAYU
    • BERITA SUKABUMI
    • BERITA PANGANDARAN
  • INFO HUKUM
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • BERITA OLAHRAGA
    • PERSIB BANDUNG
  • BERITA PENDIDIKAN
  • BERITA PERISTIWA
  • BERITA POLITIK
    • BERITA PEMILU
  • TEKNOLOGI

© 2026 Seputar Jabar Online - Tegas Lugas Objektif

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.