Seputar Jabar
Rabu, 16 September 202
Wali Kota Bandung, bersamaan dengan Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, dan Perangkat Daerah, hari ini menggelar Diskusi Publik dan Bisnis Matching dengan tema “Kesiapan Bandung menjadi PFII dan Kota Berbasis Blockchain dan AI”. Acara ini diadakan di Pendopo Kota Bandung dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, akademisi, dan praktisi di bidang teknologi.
Diskusi ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi Kota Bandung dalam mengadopsi teknologi blockchain dan kecerdasan buatan (AI) sebagai bagian dari transformasi menuju Smart City dan menjadi Pusat Fasilitasi Inovasi dengan pendekatan teknologi (PFII). Melalui acara ini, diharapkan berbagai solusi inovatif dapat dihasilkan untuk meningkatkan layanan publik serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Muhamad Sabdo Yusmintiarto, Ketua Ikatan Relawan Wirausaha dan Teknologi (IRWATA), menjadi narator dalam diskusi ini. Dalam kesempatan itu, beliau menyampaikan, “Kota Bandung memiliki potensi besar untuk menerapkan teknologi modern dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Dengan pemanfaatan blockchain dan AI, kita tidak hanya dapat meningkatkan efisiensi pemerintahan, tetapi juga membuka peluang bagi para pelaku usaha lokal untuk berinovasi.”
Sebagai bentuk dukungan terhadap inovasi, Diskusi Publik ini juga dihadiri oleh sejumlah media online, termasuk seputarjabar.com, yang ikut serta meliput dan menyiarkan berbagai ide serta solusi yang dibahas selama sesi. Melalui kerjasama ini, diharapkan informasi mengenai perkembangan teknologi dan kebijakan pemerintah dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat luas.
Wali Kota Bandung dalam kesempatan ini
juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam perwujudan Bandung sebagai Smart City dan pusat inovasi. “Kita harus bersama-sama mewujudkan Bandung yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga menjadi pelopor dalam penerapan teknologi yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Acara ini diharapkan dapat memicu kolaborasi antarpemangku kepentingan dan mendorong inovasi yang berkelanjutan, sehingga Bandung dapat bersaing di kancah nasional dan internasional sebagai kota yang siap menghadapi tantangan masa depan. (*)
