Seputar Jabar
Senin, 14 September 2026
Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional membagikan 260 unit becak listrik secara gratis kepada para pengayuh becak lansia pada jumat sore 14 September 2026. Serangkaian kegiatan penyerahan bantuan di Makodim 0618/Kota Bandung tersebut turut dihadiri Ketua Yayasan GSN Letjen (Purn) DR. Teguh Arief, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, SE, MM, beserta para pejabat utama Kodam III/Siliwangi.
Hadir pula Wali Kota Bandung M. Farhan, anggota DPRD Kota Bandung, Ketua Pengadilan Kota Bandung, serta perwakilan Kejaksaan Negeri Kota Bandung yang diwakili Kasi Intel Kejari Kota Bandung.
Dari jajaran Kodim 0618/Kota Bandung hadir Dandim 0618/KB Letkol Inf. Albert Francesca, M.Han, beserta para perwira staf, para Danramil di wilayah Kodim 0618/KB, serta anggota Kodim 0618/KB.
Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, Teguh Arief menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian Presiden Prabowo Subianto terhadap kesejahteraan masyarakat kecil, khususnya para pengayuh becak yang sudah berusia lanjut. Taguh menceritakan, gagasan pembuatan becak listrik ini berawal dari keprihatinan Prabowo yang tidak tega melihat para pengayuh becak berusia tua harus terus mengayuh kendaraan di jalanan. Bahkan, Prabowo mendesain sendiri prototipe becak listrik tersebut sebelum diproduksi.
“Beliau menggambar sendiri becak listriknya. Memanggillah waktu itu Pak Bobby yang sekarang Dirut KAI, dulu Dirut Len, dipanggil di Kertanegara waktu itu Beliau masih Menhan. ‘Bisa enggak membuatkan becak listrik?’ Sampai dibayar di depan becaknya,” ujar Teguh, jumat (14/9/2026).
200 Becak Listrik Bantuan Prabowo Disalurkan di Kabupaten Bandung, Bupati: Jangan Dijual
“Perhatian Prabowo terhadap para pengayuh becak sudah berlangsung jauh sebelum menjabat sebagai Presiden. Program pembagian becak listrik ini pertama kali diluncurkan pada masa kampanye 2023-2024 dengan menyasar 400 pengayuh becak di Madiun, Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa becak listrik seharga puluhan juta rupiah ini diberikan sebagai aset pribadi agar para pengayuh becak memiliki modal usaha mandiri di hari tua dan tidak perlu lagi menyewa. Oleh karena itu, penerima bantuan dilarang keras untuk menjual atau memindahtangankan becak tersebut.
“Ingat ada perjanjian di atas materai, tidak boleh dipindahtangankan. Bapak mimpi apa semalam coba? Ini becak gratis dikasihkan. Gratis dari Presiden Prabowo. Seumur hidup tukang becak itu enggak punya aset, ya sudah mereka biar senang di hari tuanya punya kekayaan,” tandas Teguh.
“Setelah 15 Tahun Mengayuh, Endor Pulang Membawa Becak Listrik dari Prabowo Guna mengoptimalkan pemanfaatan becak listrik, kami ingin sektor ini mendorong pemerintah daerah untuk mengintegrasikan moda transportasi ini ke dalam sektor pariwisata lokal, seperti yang telah diterapkan di Blitar juga Solo”, terangnya.
Ia juga menyarankan adanya regulasi pembagian wilayah operasional antara becak listrik dan transportasi daring. Tahun ini, pemerintah menargetkan penyaluran hingga 70.000 unit becak listrik secara bertahap di seluruh Indonesia. Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional membagikan 200 unit becak listrik secara gratis kepada para pengayuh becak lansia.
Sebanyak 200 unit becak listrik mulai disalurkan kepada para pengayuh becak di Kota Bandung. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi pengayuh becak lanjut usia yang masih mengandalkan tenaga fisik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Penyerahan bantuan secara simbolis berlangsung di Makodim 0618/Kota Bandung, Jalan Bangka Nomor 2, Kota Bandung, Jumat, 18 September 2026.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program sosial yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Selain becak listrik, dalam kegiatan tersebut turut diserahkan tablet pintar, kacamata pintar, serta santunan bagi para Veteran Republik Indonesia dari Peruri.
Ketua Yayasan GSN Letjen (Purn) DR. Teguh Arief mengatakan, program becak listrik tersebut berawal dari perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap kondisi para pengayuh becak yang telah berusia lanjut.
Menurut Teguh, perhatian tersebut muncul setelah Presiden melihat langsung kondisi seorang pengemudi becak berusia sekitar 70 tahun yang masih harus bekerja dengan mengandalkan kekuatan fisik.
“Program ini adalah program inisiatif dan perhatian dari Pak Prabowo yang melihat ada seorang pengemudi becak yang usianya sudah lanjut 70 tahun, sudah kurus, kemudian penuh dengan peluh,” ujar Teguh kepada awak media seusai penyerahan bantuan.
Pada tahap awal, sebanyak 200 unit becak listrik disalurkan ke sejumlah wilayah di Kota Bandung. Jumlah penerima bantuan tersebut disebut akan ditambah secara bertahap.
Yayasan GSN Bersama Pemkot Bandung Siapkan Titik Pengisian
Penyaluran becak listrik sekaligus menghadirkan kebutuhan baru, yakni fasilitas pengisian daya. Pemerintah Kota Bandung mulai menyiapkan konsep Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Becak (SPKLB).
Menurutnya, ketersediaan titik pengisian menjadi bagian penting agar becak listrik yang telah diterima masyarakat dapat digunakan secara optimal untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Sasar Pendidikan dan Anak Penyandang Disabilitas
Program sosial melalui Yayasan GSN tidak hanya menyasar para pengayuh becak. Dukungan juga diberikan di bidang pendidikan dan bagi anak-anak penyandang disabilitas.
Sebanyak 200 tablet disalurkan untuk mendukung proses pembelajaran siswa sekolah dasar. Bantuan tersebut juga ditujukan bagi siswa di daerah tertinggal, dengan skema satu sekolah dasar mendapatkan 20 perangkat.
Selain itu, sebanyak 10 kacamata pintar diberikan kepada anak-anak penyandang disabilitas. Perangkat tersebut dirancang untuk mendukung proses pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap teknologi pendidikan, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan dukungan.
Yayasan GSN menyebut program sosial yang dijalankan mencakup sejumlah bidang, mulai dari pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan hingga kemanusiaan.
Dengan mulai disalurkannya 200 becak listrik, perhatian berikutnya tertuju pada kesiapan infrastruktur pendukung. Pemkot Bandung kini perlu memastikan titik pengisian daya berada di lokasi yang mudah dijangkau dan sesuai dengan pola aktivitas para pengayuh.
Keberadaan SPKLB diharapkan dapat menunjang pemanfaatan becak listrik sehingga bantuan yang telah diterima para pengayuh, khususnya mereka yang telah lanjut usia, dapat benar-benar digunakan untuk mendukung aktivitas mencari nafkah. (*)
