Asosiasi Pedagang Pasar Ciroyom Temui Ketua DPRD Provinsi Fraksi PDIP Walikota Farhan Menolak di Temui

Ketua Umum APAK Jabar Iingin Masalah Ini Dapat Cepat Terselesaikan Dengan Baik

Hari ini Senin 28 september 2026.

Senin pagi hari sejumlah (30 orang) yang mewakli kurang lebih 450 orang dari Asosiasi Pedagang Pasar Ciroyom mendatangi ketua DPRD Provinsi. Ketua Ono Surono dari Fraksi PDIP. Hal tersebut untuk menyampaikan beberapa pengaduan dan keluh kesah yang di sampaikan kepada Ketua DPRD Partai Banteng Merah tersebut yang antara lain tentang pungutan yang berbeda beda nilainya dan cicilan yang dirasa memberatkan para pedagang tanpa musyawarah terlebih dahulu dengan berbatas waktu (Dalam Isi PPJB ) sampai bulan desember tahun ini.

Kemudian juga kurangnya transparansi revitalisasi kepada para pedagang yang sangat berat dengan biaya biaya kurang di mengerti seperti salah satu adanya pajak progresif, yang di bebankan kepada para pedagang dan lain lainya. Walokota Muhammad Farhan pernah berbicara di salah satu acara bahwa harga permeter lapak tersebut ketentuannya afalah 12juta /Mtr tetapi fakta fakta di lapangam sangat berbeda dan bervariatif dari 15 juta sampai 35 juta /Mtr nya, ungkap salah satu perwakilan pedagang. Dalam pertemuan tersebut hadir beberapa pejabat DPRD juga kang Memo, ibu Ineu, Rafael, Andri dan beberapa pejabat lainnya.

Kang Memo mengatakan bahwa Harga Dasar Pasar Lapak tersebut harus berdasar kepada kajian – kajian yang masuk akal dan wajjb harus di tempuh agar tidak memberatkan para pedagang.

Pada Peraturan Tarif di Provinsi saja harga dasar per meter pasar aja cuman 6juta permeter, artinya apakah sudah ada kajian yang menjadikan angka berlipat tersebut”, ungkap Kang Memo terhadap para pedagang.


Pedagang menjawab bahwa kemudian permasalahan SPTD juga tidak ada tranparansi, sedangkan sudah habis masanya pada tahun 2025. Indikasi mengarah kepada kesewenang wenangan oleh PD PASAR. Seperti contoh penyegelan di lakukan sewenang wenang tampa surat peringatan dan oknum AR salah satu orang dalam PD PASAR dengan indikasi semena mena mejual kembali lapak pedagang kepada orang lain .selama ini para pedagang sudah mengadukan hal terkait keresahan tersebut sebelumnya ke instansi pemkot Bandung tetapi hasilnya selalu Nihil dan merasa tidak ada keputusan apapun bahkan menurut informasi DPRD Kota Bandung pun sudah mengundang Walikota Muhammad Farhan, ternyata tidak bersedia hadir dalam undangan perihal pasar ciroyom tersebut.

“Sebelumnya pedagangpun sempat mendatangi SekDa Kota Bandung Zulkarnaen, menerima serta akan mengaudit untuk segers merapihkan BUMD PD PASAR Ciroyom”, ungkap salah satu perwakilan pedagang. Dalam permasalahan ini Sudah seharusnya WALIKOTA BANDUNG MEMPUNYAI PERANAN PENTING dalam MEMUTUSKAN Hal ini jangan seolah olah Lepas tangan ungkap salah satu masyarakat pedagang.

Pertemuan tanya jawab tersebut berjalan dengan musyawarah dan tertib serta para pejabat DPRD yang ada pun menanggapi dengan serius dan penuh kekeluargaan.

Ketua Ono Surono menanyakan, apakah prosedur ke Tingkat Kota sudah ditempuh ? Para pedagang menjawab Sudah dengan serentak, ono pun sangat berterimakasih dan menerima dengan baik atas kedatangan para pedagang serta ia mengatakan sudah menjadi tugas dewan perwakilan rakyat untuk menerima pengaduan dan keresahan rakyatnya.

“beliau menegaskan akan mempelajari dengan baik dan seadil adilnya dengan cepat akan segera menemui jalan keluar dengan Baik”,ucap Rd Yadi Suryadi Ketua Umum APAK Jawa Barat menutup pernyataannya kepada awak – awak media.

Exit mobile version