Jumat 30 Oktober 2026
  • BACA KORAN DIGITAL
  • DAFTARKAN UMKM ANDA
  • Disclaimer
  • Home 2
  • Hubungi Kami
  • KORAN DIGITAL
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • Privacy Policy
  • REDAKSI
    • #4796 (tanpa judul)
  • Tentang Kami
  • UMKM JABAR
Pasang Iklan Seputar Jabar
▤ AKSES DIGITAL KORAN DIGITAL →
  • NASIONAL
  • INFO JABAR
    • BERITA KOTA BANDUNG
    • BERITA KAB. BANDUNG
    • BERITA BANDUNG BARAT
    • BERITA CIMAHI
    • BERITA GARUT
    • BERITA BOGOR
    • BERITA CIANJUR
    • BERITA CIREBON
    • BERITA SUMEDANG
    • BERITA INDRAMAYU
    • BERITA SUKABUMI
    • BERITA PANGANDARAN
  • INFO HUKUM
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • BERITA OLAHRAGA
    • PERSIB BANDUNG
  • BERITA PENDIDIKAN
  • BERITA PERISTIWA
  • BERITA POLITIK
    • BERITA PEMILU
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
NASIONAL INFO JABAR HUKUM OLAHRAGA PENDIDIKAN PERISTIWA POLITIK TEKNOLOGI
Media Seputar Jabar
No Result
View All Result
Home HUKUM

Prajurit TNI Penendang Aremania Minta Maaf, Begini Proses Hukum yang Diberlakukan

redaksi Oleh redaksi
Kamis, 6 Oktober, 2022 | 18:31
Prajurit TNI Penendang Aremania Minta Maaf, Begini Proses Hukum yang Diberlakukan

Terduga prajurit TNI penendang Aremania saat Tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, 1 Oktober 2022 lalu tetap diproses hukum meski sudah minta maaf pada keluarga korban.

Selain TNI penendang Aremania, dalam video yang beredar di jagat media sosial, banyak pihak keamanan, baik itu Polisi maupun TNI, bertindak gegabah dengan memukul ataupun menendang suporter.

Hal ini tampaknya menjadi upaya pihak keamanan untuk membubarkan massa, tepatnya supporter Arema, agar tidak bertindak anarkis. Hingga saat ini, hanya satu prajurit TNI penendang Aremania yang baru ditemui untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Baca Juga: Proyek Gapura Jembatan di Sasak Geulis Talegong  Garut Jadi Sorotan Warga

Karena salah satu kejadian yang cukup mencengangkan ialah rekaman terduga prajurit TNI yang melepaskan tendangan ala kungfu ke Aremania.

Buntut insiden ini, terduga prajurit TNI ini mendapat kecaman dari publik. Terkini bahkan dirinya harus menjalani proses pemeriksaan.

Diketahui yang bersangkutan saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan oleh Polisi Militer Kodam (Pomdam) V Brawijaya, Jawa Timur.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) V Brawijaya Kolonel Arm Kusdi ke awak media, Rabu, 5 Oktober 2022.

Baca Juga: Polres Garut Gelar Operasi Cipkon, 78 Botol Miras dan Tuak Diamankan dari Enam Penjual

Kusdi membenarkan bahwa personel bersangkutan memang sudah meminta maaf secara langsung kepada korban di Malang.

Terduga prajurit TNI tersebut minta maaf ke Aremania didampingi oleh Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto.

Kendati demikian, Kusdi mengatakan bahwa permintaan maaf itu tidak mengurangi proses hukum yang harus dijalani oleh personel bersangkutan.

“Betul, kemarin didampingin langsung sama Pak Pangdam (Mayjen TNI Nurchahyanto). Jadi orangnya yang nendang sekarang sudah diproses di Pompam,” beber Kusdi.

Baca Juga: Polres Subang Tangkap Oknum LSM Terkait Kasus Peras Belasan Kades

Sebelumnya Pangdam V/ Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyato, M.Sc mengunjungi rumah keluarga suporter Arema FC yang jadi korban oleh terduga prajurit TNI, Selasa, 4 Oktober 2022.

Diketahui suporter Arema FC jadi korban bernama Muhammad Hazemi Rafsanjani atau disapa Rafi.

Kedatangan Pangdam V/ Brawijaya tersebut untuk memastikan kondisi kesehatan Rafi pasca insiden ‘berdarah’ Kanjuruhan.

Pangdam Nurchahyanto pun menghanturkan permohonan maaf kepada keluarga Rafi atas tindakan yang dilakukan oleh terduga prajurit TNI saat melakukan pengamanan.

“Kami sengaja datang ke sini menemui Dek Rafi dan keluarga. Ini dek Rafi yang viral di medsos, dia ditendang oleh prajurit kami,” ucap Mayjen TNI Nurchahyanto.

“Nah kedatang kai meminta maaf kepada dek Rafi dan keluarga atas  tindakan yang dilakukan oleh anggota kami,” sambungnya.

Lanjutnya, Nurchahyanto memastikan jika prajurit tersebut sedang dilakukan proses pemeriksaan mendalam oleh Tim Penyidik Polisi Militer TNI AD.

“Kami pastikan bahwa anggota kami sedang dalam proses pemeriksaan,” tegas Nurchahyanto.

Pangdam Nurchhyanto pun minta kepada Rafi untuk memastikan kondisi kesehatan usai insiden tersebut.

“Saya ingin memastikan kondisi dek Rafi ini seperti apa. Besok saya minta dek Rafi periksa ke RS. Soepraoen untuk diperiksa kesehatan,” ucap Nurchahyanto.

“Meski saat ini kondisinya sehat dan ada rasa nyeri sedikit, tetap kami meminta Dek Rafi memeriksakan kesehatan di RS milik TNI AD,” tambahnya.

Pangdam juga memberikan bantuan pengobatan gratis terhadap ayah Rafi yang saat ini sedang mengalami penempitan saraf.

Di sisi lain Panglima TNI Andika Perkasa secara tegas mengatakan, jika terduga prajurit TNI yang terlibat dalam tragedi Kanjuruhan tidak akan mengarah kepada disiplin.

Andika menegaskan, oknum prajurit TNI yang terbukti melakukan kekerasan dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur akan diberikan sanksi pidana.

“Itu sudah sangat berlebihan, bukan dalam rangka mempertahankan diri atau (yang lain) misalnya. Itu bagi saya masuk ke tindak pidana,” ujar Andika, Senin 3 Oktober 2022.

Andika melanjutkan, pihaknya melakukan investigasi mengenai kemungkinan keterlibatan beberapa oknum prajurit TNI yang melakukan kekerasan.

Sebagaimana terlihat dalam beberapa video yang beredar di tengah masyarakat.

“Ya, kami sudah sejak kemarin sore melakukan investigasi sekaligus kami lanjutkan dengan proses hukum,” ujar Andika.

“Karena apa? Karena memang yang viral itu, itu kan sangat jelas tindakan di luar kewenangan (prajurit TNI),” tambahnya.

Meskipun begitu, kata Andika, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan identitas oknum TNI tersebut. Andika lalu berjanji akan menyampaikan identitas terduga prajurit TNI itu maksimal pada besok sore.

“Kami di satuan akan telusuri dulu. Biarkan kami tuntaskan sampai dengan besok sore. Kami janji,” ujar Andika.

Selanjutnya, Panglima TNI itu juga menyampaikan bahwa masyarakat dapat membantu pengusutan kasus ini.

Andika mengatakan, bagi masyarakat yang mengetahui adanya oknum prajurit TNI yang melakukan kekerasan di lapangan Stadion Kanjuruhan, mereka bisa mengirim bukti berupa video kepada Pusat Penerangan (Puspen) TNI.

“Kami juga sambil menunggu nih apabila ada video-video lain yang bisa dikirim ke kami,” tegas Andika.

“Siapa tahu ada penonton yang saat itu juga mengambil video yang bisa jadi bahan melengkapi investigasi dan proses hukum. (Video dikirim) Ke Puspen boleh, ke saya boleh,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui laga Arema FC vs Persebaya Surabaya yang berakhir dengan skor 2-3 dalam lanjutan BRI Liga 1 2022/2023.

Pasca laga tersebut, terpantau diperkirakan ratusan suporter turun dari tribun penonton dan menyerbu ke dalam lapangan.

Akan tetapi aparat keamanan yang tidak siap akan hal tersebut, tampak dengan cepat mengambil tindakan kurang mengenakan ke suporter.

Berita Terkait

Proyek Gapura Jembatan di Sasak Geulis Talegong  Garut Jadi Sorotan Warga
GARUT

Proyek Gapura Jembatan di Sasak Geulis Talegong  Garut Jadi Sorotan Warga

Oleh Tim Redaksi
Rabu, 7 Oktober, 2026 | 20:44
0
30

Garut - Proyek Gapura pada jembatan senilai Rp 360 juta lebih di Sasak Geulis Talegong -Cisewu Garut jadi sorotan tajam...

Polres Garut Gelar Operasi Cipkon, 78 Botol Miras dan Tuak Diamankan dari Enam Penjual
GARUT

Polres Garut Gelar Operasi Cipkon, 78 Botol Miras dan Tuak Diamankan dari Enam Penjual

Oleh Tim Redaksi
Minggu, 13 September, 2026 | 22:34
0
28

Garut - Seputar Jabar | Polres Garut kembali menggelar Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas)....

Polres Subang Tangkap Oknum LSM Terkait Kasus Peras Belasan Kades
INFO JABAR

Polres Subang Tangkap Oknum LSM Terkait Kasus Peras Belasan Kades

Oleh redaksi
Sabtu, 17 Januari, 2026 | 14:00
0
11

Subang SJB | Polres Subang berhasil mengungkap kasus tindak pidana pemerasan melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan oknum Lembaga...

Polres Kota Tasikmalaya Ringkus 7 Mucikari Jaringan Prostitusi Online

Polres Kota Tasikmalaya Ringkus 7 Mucikari Jaringan Prostitusi Online

Kamis, 1 Januari, 2026 | 22:38
18
Proyek Pembangunan Prasarana Pertanian Yang Dilaksanakan CV Tata Teknik Diduga Dikerjakan Asal-Asalan

Proyek Pembangunan Prasarana Pertanian Yang Dilaksanakan CV Tata Teknik Diduga Dikerjakan Asal-Asalan

Rabu, 16 Juli, 2025 | 19:58
18
Pemprov Jabar Dampingi SMAN 1 Bandung Hadapi Gugatan Lahan PLK

Pemprov Jabar Dampingi SMAN 1 Bandung Hadapi Gugatan Lahan PLK

Kamis, 13 Maret, 2025 | 12:40
12
Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Iklan di Bank BJB Yang Menyeret Ridwan Kamil

Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Iklan di Bank BJB Yang Menyeret Ridwan Kamil

Kamis, 13 Maret, 2025 | 12:33
9
Pencuri Handphone di Sumedang Berhasil Ditangkap, Pengakuan ke Istri Bikin Geleng-geleng

Pencuri Handphone di Sumedang Berhasil Ditangkap, Pengakuan ke Istri Bikin Geleng-geleng

Kamis, 9 Januari, 2025 | 11:17
8

Seputar Jabar menyajikan berita dan informasi terkini, akurat, dan relevan seputar Jawa Barat.

MENU

Nasional
Jabar
Hukum
Olahraga
Pendidikan
Peristiwa
Politik
Teknologi

INFORMASI

Tentang Kami
Redaksi
Kontak Kami
Pedoman Media Siber

KATEGORI POPULER
Bandung
Bekasi
Bogor
Cirebon
Depok
Sukabumi
Tasikmalaya
Karawang
Garut
Subang
KORAN DIGITAL Baca Seputar Jabar edisi terbaru hari ini
BACA EDISI HARI INI →
No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • INFO JABAR
    • BERITA KOTA BANDUNG
    • BERITA KAB. BANDUNG
    • BERITA BANDUNG BARAT
    • BERITA CIMAHI
    • BERITA GARUT
    • BERITA BOGOR
    • BERITA CIANJUR
    • BERITA CIREBON
    • BERITA SUMEDANG
    • BERITA INDRAMAYU
    • BERITA SUKABUMI
    • BERITA PANGANDARAN
  • INFO HUKUM
    • HUKUM
    • KRIMINAL
  • BERITA OLAHRAGA
    • PERSIB BANDUNG
  • BERITA PENDIDIKAN
  • BERITA PERISTIWA
  • BERITA POLITIK
    • BERITA PEMILU
  • TEKNOLOGI

© 2026 Seputar Jabar Online - Tegas Lugas Objektif

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.